Apple Siapkan Perangkat AI yang Bisa Melihat Dunia
Selama ini asisten virtual seperti Siri hanya bisa merespons suara pengguna. Namun di masa depan, teknologi tersebut diproyeksikan memiliki kemampuan yang jauh lebih canggih, termasuk "melihat" lingkungan sekitar dan memahami apa yang sedang dilihat penggunanya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Apple dikabarkan tengah mengembangkan kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan atau AI yang akan menjadi perangkat baru dalam ekosistem produknya. Kehadiran perangkat tersebut digadang-gadang menjadi langkah penting Apple dalam memasuki era komputasi berbasis AI yang lebih personal.
Berbeda dengan kacamata pintar generasi awal yang hanya berfungsi untuk mengambil foto atau menampilkan notifikasi, produk yang sedang dikembangkan Apple disebut akan mengandalkan kemampuan Visual Intelligence, teknologi yang memungkinkan AI memahami objek, lokasi, teks, maupun aktivitas yang ada di depan pengguna.
Dengan teknologi tersebut, Siri tidak lagi hanya mendengar perintah suara, tetapi juga dapat menganalisis apa yang sedang dilihat pengguna secara langsung.
Sebagai gambaran, pengguna bisa mengarahkan pandangan ke sebuah restoran dan meminta informasi menu atau ulasan. Dalam situasi lain, AI dapat mengenali bangunan, menerjemahkan tulisan asing secara instan, hingga membantu menemukan barang yang sedang dicari.
Konsep tersebut menjadi bagian dari strategi besar Apple dalam mengembangkan Apple Intelligence, platform kecerdasan buatan yang mulai diperkenalkan dalam beberapa tahun terakhir.
Meski begitu, laporan terbaru menyebut peluncuran kacamata pintar Apple mengalami penundaan. Jika sebelumnya produk tersebut diperkirakan diperkenalkan pada akhir 2026 dan mulai dipasarkan pada awal 2027, kini target peluncurannya bergeser menjadi akhir 2027.
Salah satu alasan utama penundaan tersebut diyakini karena Apple masih menyempurnakan kemampuan AI visual yang akan menjadi nilai jual utama perangkat tersebut.
Apple diketahui memiliki reputasi untuk tidak terburu-buru merilis produk baru. Perusahaan asal Cupertino itu cenderung memilih menunggu hingga teknologi dianggap matang dibanding meluncurkan produk yang belum siap digunakan secara optimal.
Langkah tersebut juga dinilai penting karena Apple akan berhadapan langsung dengan Meta yang lebih dulu hadir di pasar kacamata pintar melalui produk hasil kolaborasi dengan Ray-Ban.
Persaingan keduanya diperkirakan akan menjadi salah satu pertarungan teknologi terbesar dalam beberapa tahun mendatang. Jika smartphone menjadi perangkat utama selama dua dekade terakhir, banyak pengamat meyakini kacamata pintar berbasis AI berpotensi menjadi platform komputasi berikutnya.
Tak hanya mengembangkan smart glasses, Apple juga disebut masih melanjutkan proyek headset mixed reality generasi baru yang dikenal dengan nama Vision Air.
Perangkat tersebut diproyeksikan hadir dengan desain lebih tipis, bobot lebih ringan, serta harga yang lebih terjangkau dibanding Vision Pro yang saat ini dipasarkan sebagai produk premium.
Meski kemungkinan baru akan meluncur pada 2028 atau 2029, Vision Air dianggap sebagai upaya Apple untuk memperluas pasar perangkat komputasi spasial yang hingga kini masih terbatas karena harga tinggi dan ukuran perangkat yang relatif besar.
Di tengah perkembangan tersebut, satu hal yang mulai terlihat jelas adalah arah masa depan teknologi Apple. Jika sebelumnya Siri hanya berfungsi sebagai asisten suara, beberapa tahun ke depan asisten virtual tersebut berpotensi berubah menjadi AI yang dapat melihat, memahami, dan berinteraksi dengan dunia nyata secara langsung melalui perangkat yang dikenakan pengguna setiap hari.