Dulu Mahal, Kini Ditinggalkan! Apple Watch Ini Tak Bisa Pakai Siri AI Terbaru
Apple kembali menuai sorotan setelah mengumumkan bahwa fitur kecerdasan buatan (AI) terbarunya tidak akan tersedia untuk sejumlah Apple Watch yang baru berusia tiga hingga empat tahun. Di tengah gegap gempita peluncuran watchOS 27 dan Apple Intelligence pada WWDC 2026, perusahaan asal Cupertino ini secara eksplisit membatasi akses ke Siri AI hanya untuk model Apple Watch generasi terbaru.
Akibatnya, perangkat seperti Apple Watch Series 8, Apple Watch Ultra generasi pertama, dan Apple Watch SE (generasi kedua) yang semuanya diluncurkan pada 2022 dengan harga premium kini tidak lagi mendapatkan fitur inti sistem operasi terbaru. Padahal, Apple Watch Ultra saat itu dijual seharga 799 dolar AS (sekitar Rp13 juta) dan diposisikan sebagai smartwatch paling tangguh untuk petualangan ekstrem.
Artikel ini mengupas daftar perangkat yang terdampak, alasan teknis di balik pembatasan ini, dampaknya bagi konsumen, serta pertanyaan besar tentang umur dukungan produk Apple di era AI.
Daftar Apple Watch yang Tidak Mendapat Siri AI di watchOS 27
Meski watchOS 27 tersedia untuk sebagian besar Apple Watch yang kompatibel dengan watchOS 10, fitur berbasis Apple Intelligence termasuk Siri AI hanya didukung oleh perangkat dengan chip S9 atau lebih baru. Berikut rinciannya:
Perangkat yang Mendapat Siri AI Penuh:
- Apple Watch Series 9
- Apple Watch Series 10
- Apple Watch Series 11
- Apple Watch Ultra 2
- Apple Watch Ultra 3
- Apple Watch SE (generasi ketiga)
Perangkat yang Tidak Mendapat Siri AI (Hanya Fitur Dasar watchOS 27):
- Apple Watch Series 8
- Apple Watch Series 7
- Apple Watch Ultra (generasi pertama)
- Apple Watch SE (generasi kedua)
- Semua model di bawahnya
Fakta ini mengejutkan banyak pengguna, karena Series 8 dan Ultra pertama masih termasuk dalam kategori “perangkat modern” dan bahkan beberapa toko masih menjualnya sebagai stok baru hingga awal 2026.
Apa Itu Siri AI? Mengapa Butuh Perangkat Lebih Baru?
Siri AI yang diperkenalkan di WWDC 2026 bukan sekadar penyempurnaan suara atau respons melainkan lompatan besar dalam kemampuan asisten digital Apple. Fitur-fitur utamanya meliputi:
- Pemahaman konteks percakapan multi-turn (misal: “Jadwalkan rapat besok jam 2 siang” → “Di ruang rapat utama?” → “Ya”)
- Eksekusi tugas lintas aplikasi (misal: “Kirim lokasi restoran ini ke WhatsApp”)
- Respons natural berbasis Apple Intelligence yang memproses data lokal dan cloud secara hybrid
- Integrasi dengan Shortcuts AI untuk otomatisasi cerdas
Namun, semua ini membutuhkan daya komputasi signifikan. Apple menyatakan bahwa chip S9 ke atas memiliki Neural Engine generasi baru dan RAM lebih besar yang memungkinkan pemrosesan AI on-device tanpa mengorbankan masa pakai baterai.
Chip S8 (yang digunakan di Series 8 dan Ultra pertama), meski canggih pada masanya, tidak dirancang untuk beban kerja AI generasi berikutnya sehingga Apple memilih untuk tidak memaksakan fitur tersebut demi stabilitas sistem.
Dampak bagi Konsumen: Investasi yang “Kedaluwarsa” Lebih Cepat
Bagi konsumen, kebijakan ini menimbulkan rasa kecewa. Bayangkan membeli Apple Watch Ultra seharga Rp13 juta pada 2022, lalu pada 2026 baru empat tahun perangkat itu sudah tidak bisa mengakses fitur andalan Apple.
Beberapa pengguna menyebut ini sebagai bentuk “perencanaan kedaluwarsa” (planned obsolescence) yang lebih agresif, terutama jika dibandingkan dengan iPhone. Sebagai contoh:
- iPhone 12 (2020) masih mendapat iOS 27 penuh, termasuk Siri AI
- iPhone 13 (2021) tetap kompatibel dengan semua fitur Apple Intelligence
Sementara itu, Apple Watch Series 8 (2022) yang usianya lebih muda justru ditinggalkan lebih cepat. Ini menimbulkan pertanyaan: apakah Apple sengaja memperpendek siklus hidup Apple Watch untuk mendorong pembelian lebih sering?
Kesimpulan: Inovasi atau Strategi Penjualan?
Apple memang berhasil menciptakan lompatan besar dengan Siri AI dan Apple Intelligence. Namun, pembatasan akses berbasis perangkat keras menimbulkan dilema etis: apakah inovasi ini benar-benar untuk pengguna atau justru untuk mempercepat siklus pembelian?
Yang pasti, Apple Watch kini bukan lagi investasi jangka panjang seperti dulu. Di dunia yang didorong AI, bahkan perangkat premium berusia empat tahun pun bisa dengan cepat menjadi “peninggalan zaman”.
Dan bagi jutaan pengguna yang pernah membayar Rp13 juta untuk sebuah jam tangan pintar, kini mereka hanya bisa bertanya:
“Apakah uang sebanyak itu hanya bertahan empat tahun?”