Bantah Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq: Saya Bersama Gubernur Jateng

Jawa Tengah, Bantah Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq: Saya Bersama Gubernur Jateng

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq membantah dirinya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan.

Fadia menegaskan tidak ada uang maupun barang yang disita saat dirinya diamankan oleh penyidik KPK.

"Saya tidak OTT, saya tidak ada barang apa pun yang diambil," kata Fadia saat mengenakan rompi tahanan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, dikutip dari , Rabu (4/3/2026).

Ia kembali menegaskan bahwa tidak ada barang bukti yang diambil dalam penangkapan tersebut.

"Jadi saya tidak ada OTT apa pun barang serupiah pun, demi Allah enggak ada," ujarnya.

Bantah terlibat pengadaan

Selain membantah OTT, Fadia juga menyangkal terlibat langsung dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Pekalongan.

Ia mengatakan perusahaan yang disebut ikut dalam proyek pengadaan tersebut bukan miliknya, melainkan milik keluarganya.

"Enggak, saya tidak ikut (pengadaan barang dan jasa). (Perusahaan) itu bukan punya saya, saya tidak pernah ikut. Itu perusahaan dari keluarga, bukan saya," terangnya. 

Mengaku bersama Gubernur Jateng

Fadia mengungkapkan bahwa saat penangkapan oleh KPK pada Selasa (3/3/2026) dini hari, dirinya sedang bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

"Dan pada saat penangkapan saya apa mereka menggerebek ke rumah, saya sedang sama Pak Gubernur Jawa Tengah," ujarnya.

Menurut Fadia, pertemuan tersebut membahas izin karena dirinya tidak dapat menghadiri acara program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Enggak, membahas izin bahwa sebab saya tidak bisa hadir acara MBG gitu," katanya.

Pertimbangkan ajukan praperadilan

Fadia menyatakan akan berdiskusi dengan tim kuasa hukumnya untuk menentukan langkah hukum berikutnya.

Ia juga membuka kemungkinan mengajukan gugatan praperadilan terkait kasus yang menjeratnya.

"Ya saya akan diskusi dengan pengacara, karena saya demi Allah tidak ada OTT serupiah pun, tidak ada kepala dinas saya pun tidak ada," ucap dia.

Sebelumnya, KPK menangkap Fadia Arafiq bersama ajudan dan orang kepercayaannya di Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa (3/3/2026) dini hari.

Selain ketiganya, KPK juga mengamankan 11 orang lainnya dalam operasi tersebut.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan para pihak yang diamankan langsung dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Para pihak diamankan di wilayah Semarang, kemudian pada pagi hari ini ketiga pihak dimaksud langsung dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Budi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang