Perampokan di Karanggede Boyolali Tewaskan Bocah 6 Tahun, Pelaku Ditangkap di Kudus

Terduga pelaku perampokan sebuah rumah di Desa Pengkol, Karanggede, Boyolali sudah ditangkap.
Pelaku yang berinisial A (30) berhasil diamankan di wilayah Kudus, Jawa Tengah, Jumat (31/1/2026).
Peristiwa perampokan tersebut terjadi pada Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 15.30 WIB, dan mengakibatkan korban berinisial AO, seorang anak berusia 6 tahun, meninggal dunia.
Sementara D (33) ibu AO mengalami luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra mengatakan, pelaku A berhasil diamankan kurang dari 24 jam.
Dalam penangkapan tersebut polisi juga mengamankan sepeda motor milik korban yang diambil oleh A.
"Syukur Alhamdulillah dalam kurun waktu kurang 1x24 jam, kami tim dari Polres (Boyolali) beserta dengan tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng telah berhasil mengungkap terduga pelaku dari peristiwa tersebut," kata Kapolres Indra kepada wartawan, dilansir dari Jumat.
"Terduga pelaku sempat melarikan diri ke arah Kudus," sambung Indra.
Pelaku dan korban tak ada hubungan saudara
Menurut Kapolres Indra, pelaku ditangkap di wilayah Kudus, Jawa Tengah.
"Terduga pelaku sempat melarikan diri ke arah Kudus," ujarnya.
Dilansir dari Tribun, A ditangkap saat tidur di sebuah kamar kos di Kudus.
Indra menyampaikan, bahwa antara pelaku dan korban tidak ada hubungan keluarga. Namun Wahyudi (60), salah seorang kerabat korban, mengatakan AG adalah tetangga sendiri.
Disinggung soal motif pelaku menghabisi korban, Kapolres menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman.
"Motif dan lain-lain saya harap bersabar dulu. Lha ini masih dalam proses pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut serta pengembangan dari Satreskrim Polres Boyolali," kata Indra.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Desa Pengkol, Suripno, mengatakan bahwa korban AO meninggal di lokasi kejadian. Sementara D, ibu AO, kondisinya kritis dan dievakuasi ke rumah sakit.
"Anak meninggal, ibunya kritis," kata dia.
Menurut Suripno, D tinggal di rumah bersama dua anaknya. Sementara suami korban bekerja di Kalimantan.
Pada saat kejadian, anak pertama D belum pulang dari sekolah.
"Kebetulan anak yang gede sudah masuk SDIT, belum pulang (sekolah)," ujar dia.
Ibu korban masih syok
Sementara itu, diberitakan , Polres Boyolali memberikan trauma healing terhadap D, yang saat ini masih dirawat di RSUD Simo, Boyolali, Jawa Tengah.
"Ibu korban masih dirawat di RSUD Simo. Dan saat ini juga sedang mendapatkan perawatan dan coaching clinic dari tim trauma healing Polres dan Pemkab Boyolali," kata Indra Maulana, Jumat (30/1/2026).
Meski masih dirawat di rumah sakit, namun kondisi korban D sudah berangsur membaik.
"Alhamdulillah sudah membaik namun masih syok karena itu sedang dilaksanakan coaching clinic oleh tim trauma healing Polres dan Pemkab Boyolali," ungkap dia.
Kronologi perampokan
Aksi perampokan tersebut terjadi pada Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.
Perampokan terjadi di rumah keluarga Purwanto, pemilik warung sate kambing yang cukup sukses di Singkawang, Kalimantan Barat.
Rumah di Boyolali tersebut sehari-harinya hanya dihuni istri dan anak Purwanto. Sedangkan Purwanto ada di Kalbar menjalankan bisnis restonya.
Ngatimin, kerabat korban, mengaku awalnya dihubungi oleh Purwanto yang saat kejadian berada di Kalimantan Barat.
Dia pun langsung bergegas melihat kondisi rumah Purwanto. Saat sampai, dia kaget karena D sudah terluka parah.
Kejadian ini awalnya tidak diketahui warga, sebab rumah korban yang jaraknya cukup berjauhan dengan rumah tetangga.
Rumah Purwanto juga dikelilingi pekarangan yang luas dan kebun jati.
Karena memiliki jarak cukup jauh dengan rumah tetangga dan dikelilingi pagar, tidak ada warga yang mengetahui atau mendengar teriakan saat peristiwa berdarah tersebut terjadi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang