Top 5+ Fakta Kematian Tragis Bocah 12 Tahun di Sukabumi, Dugaan KDRT hingga "Tobat Palsu" Ibu Tiri

Tabir gelap yang menyelimuti kematian tragis NS (12), bocah asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, mulai tersingkap. Kematian bocah kelas 6 SD ini memicu kemarahan publik setelah video kesaksian terakhirnya viral di media sosial.
Polres Sukabumi kini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan apakah NS merupakan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) atau meninggal karena penyebab lain.
Berdasarkan data yang dihimpun Kompas.com, berikut adalah 5 fakta memilukan di balik kasus kematian NS:
1. Kesaksian Terakhir Korban: "Tuh, Tuh..."
Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, NS sempat memberikan isyarat yang mengiris hati. Dalam sebuah rekaman video saat menjalani perawatan medis, NS yang terbaring lemah menunjuk ke arah ibu tirinya, TR, ketika ditanya mengenai penyebab luka di tubuhnya.
"Tuh, tuh..." ucap NS lirih sambil mengarahkan telunjuknya ke arah sang ibu tiri.
Melihat hal tersebut, ayah kandung korban, Anwar Satibi (38), tak kuasa menahan emosi dan sempat memukul istrinya di hadapan petugas kepolisian sebelum akhirnya dilerai.
NS juga sempat menyebut bahwa dirinya dipaksa meminum air panas.
2. Jejak Laporan Polisi Setahun Lalu dan "Tobat Palsu"
Anwar Satibi mengungkap bahwa kekejaman yang dialami anaknya bukanlah yang pertama kali. Setahun silam, ia pernah melaporkan TR ke Polres Sukabumi karena tubuh NS penuh luka hantaman benda tumpul. Namun, laporan itu berakhir damai melalui mediasi.
"Dia sampai sujud ke saya, minta jangan dilaporkan. Katanya: 'Mama mau tobat dan berperilaku baik'. Akhirnya terjadi perdamaian," kenang Anwar dengan nada bergetar, Sabtu (21/2/2026).
Anwar menyesal telah memaafkan istrinya saat itu karena ternyata janji tersebut dianggapnya sebagai "tobat palsu" yang justru berujung pada kematian tragis sang anak.
3. Dugaan Diskriminasi antara Anak Kandung dan Anak Angkat
Dalam dinamika rumah tangganya, Anwar membeberkan adanya ketimpangan perlakuan. TR diketahui memiliki dua anak angkat (laki-laki SMA dan satu perempuan).
Setiap kali terjadi perselisihan antara NS dengan anak angkat tersebut, NS selalu menjadi sasaran amarah.
"Kalau berantem antara anak kandung saya dengan anak angkat itu, yang dihantam selalu anak saya. Padahal itu anak angkat, bukan anak kandung dia," jelas Anwar.
4. Luka Bakar Permanen dan Paru-paru Membengkak
Anwar Satibi (kiri) Ayah korban dari bocah berinisial NS (12 tahun), menangis haru di pangkuan ayah angkatnya saat Jenazah sang anak dikeluarkan dari ruang autopsi untuk dibawa ke mobil ambulans. Jumat (20/2/2026) siang
Tim forensik RS Bhayangkara Setukpa Lemdiklat Sukabumi telah melakukan autopsi selama tiga jam. Kepala Instalasi Forensik, Kombes dr. Carles Siagian, menyatakan ditemukan luka bakar di lengan, kaki, punggung, hingga luka permanen di area bibir dan hidung."Sepertinya terkena panas yang menyebabkan luka bakar. Namun, luka-luka tersebut seharusnya tidak menyebabkan kematian," ujar dr. Carles, Jumat (20/2/2026).
Kejanggalan ditemukan pada organ dalam, di mana paru-paru korban tampak membengkak.
Hingga saat ini, sampel organ telah dikirim ke Jakarta untuk uji laboratorium toksikologi guna mencari jejak zat tertentu atau penyakit bawaan.
5. Bantahan Ibu Tiri dan Penyelidikan Polisi
Di sisi lain, sang ibu tiri, TR, membantah keras tuduhan telah menyiram atau memaksa korban minum air panas. Ia mengeklaim luka melepuh pada tubuh NS adalah efek dari "panas dalam" atau penyakit yang diderita korban.
"Jujur itu kalaupun ada kulit yang melepuh, itu faktor dari panas dalam gitu. Saya tidak kejam seperti yang dituduhkan netizen. Biar waktu yang menjawab segalanya," ujar TR saat dihubungi via WhatsApp.
Sementara itu, Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, menegaskan telah memeriksa 16 saksi.
"Kami mengedepankan pembuktian ilmiah. Setiap keterangan saksi akan dikroscek dengan hasil visum dan otopsi," tegas Samian.
Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul dan Toksikologi dan TribunJabar.id dengan judul Babak Baru Kasus Bocah di Sukabumi Tewas Diduga Dianiaya ibu Tiri, 16 Saksi Diperiksa Polisi
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang