Profil Wali Kota Sibolga Ahmad Syukri dan Kisahnya Berhasil Selamat Usai Hilang Kontak Akibat Longsor
Wali Kota Sibolga, Ahmad Syukri Nazry Penarik, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat setelah sempat hilang kontak akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Tapanuli Tengah dan Sibolga, Sumatera Utara.
Ia dapat dijangkau pada Kamis (28/11/2025) setelah bertahan di jalur yang tertutup material longsor sejak Selasa (25/11/2025).
Syukri diketahui bisa keluar dari wilayah terisolasi dengan berjalan kaki selama empat hari.
Kepastian keselamatannya disampaikan langsung oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Berikut adalah profil Akhmad Syukri Nazry Penarik, Wali Kota Sibolga yang selamat setelah sempat hilang kontak.
Profil Wali Kota Sibolga Ahmad Syukri Penarik
Dilansir dari Antara dan Tribun-Medan.com, Akhmad Syukri Nazry Penarik merupakan politikus asal Sibolga kelahiran 1 Oktober 1990.
Politikus muda ini merupakan anak kedua dari empat bersaudara dan anak laki-laki satu-satunya di keluarga.
Akhmad Syukri Nazry Penarik juga ditketahui telah memiliki istri bernama dr Rahma Saenah Nasution.
Walikota Sibolga terpilih Sibolga ini menghabiskan masa kecilnya di tanah kelahirannya yakni Sibolga.
Ia mulai menempuh pendidikannya dengan masuk ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) 084085 Sibolga.
Lulus pada tahun 2002, Akhmad Syukri Nazry Penarik kemudian melanjutkan pendidikannya ke SMP AL-Muslimin Pandan dan lulus pada tahun 2005.
Syukri lalu melanjutkan pendidikannya ke SMA 1 Matauli Pandan dan lulus pada tahun 2008.
Pada tahun 2008, ia melanjutkan pendidikan sarjananya di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), dan lulus dengan gelar Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris.
Semenjak kuliah, Akhmad Syukri Nazry Penarik aktif di berbagai organisasi kepemudaan.
Ia aktif dalam sejumlah organisasi, di antaranya Kesatuan Aksi Mahasiswa Sibolga-Tapteng (Sekjen 2010–2012), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sibolga-Tapanuli Tengah (Kabid Himmah 2012–2014), serta Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara (Wakil Ketua 2020–2021).
Karier Politik Ahmad Syukri Penarik
Akhmad Syukri Nazry Penarik merupakan kader Partai NasDem sekaligus Sekretaris NasDem Kota Sibolga.
Sebelum menapaki karier di dunia politik, Syukri sempat bekerja menjadi ajudan Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani pada tahun 2017.
Dilansir dari Grid.id, ia sempat menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Sibolga periode 2019–2024.
Kini, ia menjabat menjabat sebagai Wali Kota Sibolga periode 2025–2030.
Saat Pilkada Sibolga 2024 , ia menjadi salah satu dari empat pasangan calon yang bersaing memperebutkan kursi wali kota dan wakil wali kota.
Pasangan nomor urut 1, Ahmad Syukri Nazri Penarik – Pantas Maruba Lumbantobing, diusung oleh Partai NasDem, Demokrat, PKS, PBB, PPP, Perindo, Gelora.
Paslon nomor urut 2, Muhammad Fadhil Thoib Hutagalung – Marojahan Panjaitan, diusung Gerindra, PSI, Partai Buruh, Hanura, PKB, Garuda, PKN.
Nomor urut 3 adalah Robinsar Sinaga – Mukhlis Suhada Siambaton yang didukung Golkar. Sedangkan paslon nomor urut 4 yakni Memori Evaulina Panggabean – Ahmad Sulhan Sitompul dari PDIP.
Berdasarkan rekapitulasi KPU, pasangan calon nomor urut 1 ini meraih suara sah sebanyak 26.551, unggul dari tiga pasangan calon lainnya.
Kronologi Hilang Kontak Saat Banjir dan Longsor
Wali Kota Sibolga dilaporkan hilang kontak sejak bencana banjir dan longsor melanda wilayah Tapanuli Tengah pada Selasa (25/11/2025) hingga Jumat (28/11/2025).
Dilansir dari , Ketua DPP NasDem Teritorial Sumut-Aceh, Bakhtiar Ahmad Sibarani, menyebut komunikasi terakhir terjadi pada Selasa siang.
"Iya benar (sampai saat ini belum dapat berkomunikasi)," kata Bakhtiar dalam pesan via akun Instagram-nya pada Jumat (28/11/2025).
Ia menjelaskan, Syukri terjebak banjir dan longsor di daerah Sitahuis, Tapanuli Tengah, saat berusaha kembali menuju Kota Sibolga.
"Kita doakan yang terbaik. Dan semoga Wali Kota Sibolga dalam kondisi baik," tutur Bakhtiar.
Sebelumnya, Ketua DPW NasDem Sumatera Utara, Iskandar ST, mengungkapkan pihaknya kesulitan memantau kondisi di lapangan akibat jaringan komunikasi yang terputus.
"Memang belum bisa dihubungi, tapi bukan dia saja. Semua kader Nasdem di sana enggak bisa dihubungi," ujarnya pada Kamis (27/11/2025).
Berjalan Kaki Empat Hari Menembus Jalur Longsor
Dilansir dari , Kabar keselamatan Syukri kemudian disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Ia memastikan telah berbicara langsung melalui sambungan telepon.
“Kebetulan tadi sudah langsung berkomunikasi dengan Wali Kota Sibolga, tadi pada saat berkomunikasi dia kan masih muda jadi kelihatannya capek tapi mukanya seger,” ujar Suharyanto dalam siaran pers di Tapanuli Utara, Jumat (28/11/2025).
Suharyanto menjelaskan Syukri terjebak di jalur longsor Sibolga–Tarutung hingga memaksa dirinya berjalan kaki selama empat hari untuk keluar dari lokasi terdampak.
“Beliau ngomong ke saya jalan kaki empat hari, karena kebetulan beliau terjebak di rute longsoran yang saya katakan antara Sibolga dengan Tarutung, Tapanuli Utara yang sekarang sudah dibuka dan besok sudah ditembus,” ujarnya.
Ia menambahkan kondisi Syukri sehat dan diperkirakan dapat meninjau kondisi Sibolga pada Sabtu (29/11/2025).
“Beliau alhamdulilah tidak ada masalah, sehat wal afiat besok rencana kami ketemu untuk melihat Sibolga, kan berita awal Sibolga parah, ternyata setelah kita sampai di sini, Sibolga justru tidak terlalu parah justru yang parah Tapanuli Tengah,” kata Suharyanto.
Jaringan Komunikasi Putus dan Distribusi Bantuan Terhambat
Iskandar kembali menegaskan putusnya komunikasi di beberapa wilayah terdampak menjadi kendala utama penanganan bencana.
“Memang belum bisa dihubungi (dia) tapi bukan dia saja, semua kader NasDem di sana ngak bisa dihubungi,” ujar Iskandar kepada Kompas.com, Kamis (27/11/2025) malam.
“Gak ada komunikasi (di sana) putus semua, nggak ada yang bisa dihubungi memang, bukan Wali Kota saja yang putus komunikasinya,” tambahnya.
Ia menyebut keterbatasan itu juga berimbas pada pendistribusian bantuan.
“Besok kami mau cari jalan, karena jalan putus semua ini lagi cari kayak mana caranya, kita mau beri bantuan tidak tahu teknisnya, banyak jalan putus, ini lagi cari komunikasi, mau jalan. Tapi semua gak bisa dihubungi komunikasi putus,” tutupnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang