Longsor Bandung Barat: 10 Tewas, 89 Hilang, Balita 2 Tahun Selamat di Atas Genting

Bencana tanah longsor dahsyat menerjang Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, pada Sabtu (24/1/2026). Hingga Minggu (25/1/2026), tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya pencarian dan evakuasi di lokasi kejadian.
Berdasarkan data sementara, tercatat sedikitnya 10 warga meninggal dunia dan sekitar 89 orang dinyatakan hilang.
Material longsoran yang meluncur deras dari perbukitan dilaporkan telah menimbun lebih dari 30 unit rumah warga.
Kisah Ajaib Balita Selamat di Atas Genting
Di tengah duka yang menyelimuti Kampung Babakan, sebuah keajaiban terjadi. Tim SAR gabungan menemukan seorang balita laki-laki berusia 2 tahun bernama Arsa dalam kondisi selamat.
Arsa ditemukan seorang diri di atas genting rumahnya yang telah rata dengan tanah. Saat ditemukan, kondisi anak kedua dari pasangan Komarudin dan Epon tersebut tampak sangat lemas.
Yayah, bibi dari balita tersebut, tak kuasa menahan tangis saat menceritakan momen penyelamatan keponakannya.
"Enggak tahu bagaimana bisa selamat. Itu keajaiban Allah," ujar Yayah saat ditemui di lokasi pengungsian, Minggu (25/1/2026).
Arsa sempat mengalami muntah-muntah dan langsung dilarikan ke Puskesmas Pasirlangu untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Namun, di balik keselamatan Arsa, keluarga besar masih menanti kabar dari kedua orangtua Arsa, Komarudin dan Epon, serta kakaknya yang bernama Febri.
"Adik ibu, ipar ibu, sama anak pertamanya belum ketemu. Rumahnya sudah tertimbun," tutur Yayah lirih.
Bencana ini dipicu oleh hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung Barat sejak Jumat (23/1/2026). Kondisi diperparah dengan padamnya aliran listrik sejak sore hari yang membuat warga di Kampung Babakan, RT 05 RW 11, merasa cemas.
Sekitar pukul 01.30 WIB dini hari, getaran hebat dirasakan warga disusul suara gemuruh dari arah bukit. Dalam hitungan detik, material tanah menimbun pemukiman. Data mencatat total warga terdampak mencapai 113 jiwa dari 34 Kepala Keluarga (KK).
Penjelasan Kapolres Cimahi
Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra mengonfirmasi bahwa wilayah Pasirlangu menjadi titik terdampak paling parah di Kecamatan Cisarua. Selain longsor, pergeseran tanah juga dilaporkan terjadi di Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang.
“Curah hujan yang sangat tinggi sejak kemarin menyebabkan dampak terbesar di Kecamatan Cisarua, tepatnya di wilayah Pasirlangu,” ujar AKBP Niko dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2026).
Niko merinci bahwa hingga Sabtu sore, jumlah korban jiwa yang berhasil dievakuasi berjumlah 10 orang.
“Sampai saat ini data kami, empat ditambah enam, totalnya ada 10 korban meninggal dunia,” jelasnya.
Saat ini, Polres Cimahi telah mendirikan posko darurat dan berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat serta tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi korban.
Pihak kepolisian juga menyiapkan rumah detensi sebagai tempat evakuasi sementara bagi warga yang berhasil diselamatkan. Pengamanan ketat dilakukan di sekitar zona merah untuk mengantisipasi adanya potensi longsor susulan mengingat cuaca masih belum menentu.
"Tim evakuasi terus kami turunkan, dan koordinasi dengan BPBD serta Polda Jabar terus dilakukan," pungkas AKBP Niko.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Menahan Tangis, Yayah Cerita Keponakan Selamat saat Longsor Cisarua, Keluarga Masih Hilang
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang