Kisah Pilu Adi, Kehilangan 11 Anggota Keluarga dalam Longsor di Pasirhalang Bandung Barat

Tatapan mata Adi (34) tampak kosong saat memandang hamparan tanah yang kini menutupi rumah keluarganya di Kampung Kuda, RT 1/10, Desa Pasirhalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.
Minggu (25/1/2026), rumah yang sebelumnya ditempati oleh 11 anggota keluarganya itu kini telah rata dengan tanah akibat terjangan material longsor Bandung Barat.
Tak ada puing bangunan yang tersisa, semuanya tertimbun material tanah yang masif.
Meski mencoba tegar, kondisi fisik Adi tampak lemas. Ia hanya bisa pasrah sambil menunggu keajaiban dari proses pencarian yang dilakukan Tim SAR gabungan.
"Total ada 11 saudara yang masih dicari. Kalau istri selamat karena saat kejadian lagi sama saya di rumah atas," ujar Adi saat ditemui di lokasi kejadian, Minggu.
Detik-detik Mencekam "Teriakan Dini Hari"
Adi mengenang kembali peristiwa memilukan yang terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, ia terbangun karena suara gemuruh yang hebat dan teriakan histeris warga di tengah hujan angin yang kencang.
"Warga teriak-teriak jam 3 subuh. Awalnya saya tidak tahu itu longsor, saya kira Sesar Lembang (gempa). Pas lihat pagi, saya kaget semua rumah di bawah sudah rata," kata Adi dengan suara bergetar.
Adi menduga 11 anggota keluarganya tertimbun karena saat kejadian mereka sedang tertidur pulas. Upaya menghubungi melalui telepon pun tidak membuahkan hasil sejak hari pertama bencana.
"Yang belum ketemu paman dua orang sama anak-anaknya, terus nenek, dan keluarga istri. Kalau ibunya istri saya sudah ketemu, tadi sudah diidentifikasi petugas," ucapnya.
Update Evakuasi: 16 Kantong Jenazah Ditemukan
Areal longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (25/1/2026).
Proses evakuasi di titik longsor Cisarua KBB terus membuahkan hasil. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini jumlah kantong jenazah yang berhasil dievakuasi bertambah menjadi 16 kantong."Dari 16 kantong jenazah, ada tujuh yang telah berhasil diidentifikasi, sementara sisanya masih dalam proses identifikasi," kata Hendra di lokasi bencana.
Berdasarkan data kepolisian, berikut adalah identitas tujuh korban yang telah teridentifikasi:
- Suryana (Laki-laki, 57 tahun)
- Jajang Tarta (Laki-laki, 35 tahun)
- Nining (Perempuan, 40 tahun)
- Dadang Apung (Laki-laki, 60 tahun)
- Nurhayati (Perempuan, 42 tahun)
- M. Kori (Laki-laki, 30 tahun)
- Lina Lismayanti (Perempuan, 43 tahun)
Sementara itu, sembilan kantong jenazah lainnya dengan kode PM: 62/022/DVI-CSR/006 hingga 016 masih menunggu proses pencocokan sampel DNA di RSUD Cibabat.
Komitmen Pelayanan dan Kesehatan Pengungsi
Kombes Hendra menegaskan bahwa proses identifikasi dilakukan dengan sangat teliti melibatkan tim medis dan forensik untuk memastikan akurasi data korban.
"Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada korban dan keluarga, agar proses identifikasi berjalan cepat, akurat, dan bermartabat," tegasnya.
Selain fokus pada evakuasi, Polri juga menyiagakan pos pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian untuk memantau kondisi warga terdampak.
"Kami ingin memastikan para pengungsi mendapatkan layanan kesehatan yang layak, sekaligus mendukung pemulihan kondisi pascabencana," pungkas Hendra.
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Adi Menanti 11 Saudaranya yang Hilang di Lokasi Longsor Cisarua, Mencekamnya Longsor Masih Terbayang
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang