Korban Longsor Cibeunying Cilacap Bertambah: 3 Warga Meninggal, 20 Masih Dicari, 23 Selamat

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dijadwalkan berangkat menuju lokasi tanah longsor di Cilacap, Jawa Tengah, pada Jumat (14/11/2025).
Kehadiran Suharyanto merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat, terpadu, dan menyeluruh.
“Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, kami langsung berangkat ke sana,” ujar Suharyanto usai mengisi materi Senior Disaster Management Training di Gedung INA DRTG, Sentul, Bogor, Jumat.
Sementara, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, telah tiba lebih dahulu di Majenang bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) serta personel Pusdatinkom, sebagaimana dilansir laman resmi BNPB.
Setiba di lokasi, Budi langsung meninjau kondisi lapangan, memberikan dukungan logistik, dan berkoordinasi dengan instansi terkait.
“Deputi Bidang Penanganan Darurat, Mayjen TNI Budi Irawan sudah hadir di sana hari ini, membawa dukungan logistik dan peralatan,” ujar Suharyanto.
Bencana tanah longsor terjadi pada Kamis (13/11/2025) sekitar pukul 20.00 WIB, yang disertai suara gemuruh dari arah perbukitan.
Pencarian korban jadi prioritas
Menurut Suharyanto, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban menjadi fokus utama, mengingat cuaca ekstrem, kondisi perbukitan yang kritis, serta tanah yang masih labil.
Lebih dari 200 personel gabungan dari Basarnas, BPBD, Tagana, PMI, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat terlibat dalam pencarian.
“Kurang lebih ada 200 personel. Semoga seluruh masyarakat yang hilang dapat segera ditemukan,” kata Kepala BNPB.
BNPB juga mengerahkan alat berat, pompa alkon, sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga di sekitar lokasi terpenuhi.
Menurut keterangan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Ns. Bergas Catursasi, bencana alam ini menerjang Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap.
Tanah longsor berdampak pada 17 KK dengan total 46 jiwa.
Laporan sementara, hingga Jumat (14/11/2025) pukul 11.16 WIB, menunjukkan 20 warga masih hilang, diduga berada di antara timbunan material longsor. Tiga orang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Sebanyak 23 jiwa selamat, tetapi masih berada di wilayah rawan bencana.
“Ini hasil asesmen pendataan…karena masih dinamis. Ditemukan sejak tadi malam,” ucap Bergas, seperti dikutip Kompas.com, Jumat (14/11/2025).
Data sementara korban tanah longsor Cibeunying, Cilacap
Dikutip dari Kompas.com, berikut rincian dampak tanah longsor dari dua dusun di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap:
Dusun Tarukahan (RT 06/RW 03)
- Rumah tertimbun: 8 unit
- Korban selamat: 15 orang
- Korban meninggal: 2 orang
- Dalam pencarian: 7 orang
- Total korban: 24 orang
Dusun Cibuyut
- Rumah tertimbun: 8 unit
- Korban selamat: 23 orang
- Dalam pencarian: 14 orang
- Total korban: 21 orang
Total keseluruhan korban tanah longsor di Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap mencapai 46 orang, menurut BPBD Jawa Tengah.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “” dan “Detik-Detik Longsor Cibeunying Cilacap, Warga Panik Saat Material Tanah dan Kayu Menerjang”.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.