BNPB: Tiga Pos Pengungsian Disiapkan, 876 Warga Mengungsi akibat Longsor Banjarnegara

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tiga pos pengungsian telah disiapkan untuk menampung ratusan warga terdampak tanah longsor Banjarnegara, Jawa Tengah.
Bencana yang melanda Dusun Situkung, Desa Pandanarum, ini menyebabkan ratusan orang harus meninggalkan rumah mereka sejak Minggu–Senin (16–17/11/2025).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan setidaknya 823 warga awalnya dilaporkan mengungsi setelah longsor besar menerjang wilayah tersebut.
Jumlah pengungsi kemudian diperbarui oleh BPBD Banjarnegara menjadi 876 jiwa.
“Tiga pos pengungsian sudah disiapkan dan seluruh warga dari area berisiko tinggi telah dievakuasi. Termasuk 34 warga yang sebelumnya berada di kawasan hutan sekitar lokasi longsoran,” ujar Abdul Muhari, Senin.
Ketiga lokasi pengungsian tersebut berada di Kantor Kecamatan Pandanarum, GOR Desa Beji, dan Gedung Haji Desa Pringamba. Di setiap pos, warga mendapatkan pendampingan dari tim gabungan.
Kebutuhan Mendesak di Lokasi Pengungsian
Hasil kaji cepat BNPB menyebutkan sejumlah kebutuhan mendesak bagi para pengungsi, antara lain:
- Bahan makanan
- Makanan siap saji
- Air mineral
- Matras dan selimut
- Hygiene kit dan family kit
Selain itu, dapur umum dan tenda darurat telah didirikan untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Korban Longsor Banjaranegara, 27 Hilang, 2 Meninggal
BPBD Banjarnegara melaporkan bahwa 27 warga masih hilang pascalongsor. Sementara itu, dua korban meninggal dunia telah diidentifikasi.
Korban pertama, Lewih (40), meninggal saat menjalani perawatan di RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara. Korban kedua, Esiah (22), ditemukan dalam kondisi tertimbun material longsoran pada Senin (17/11) pukul 07.40 WIB.
Sebanyak 41 warga berhasil dievakuasi setelah menyelamatkan diri dengan berlari ke arah hutan ketika longsor terjadi.
30 Rumah Rusak, Lahan Pertanian Tertimbun
Longsor terjadi usai hujan deras mengguyur Banjarnegara sejak Sabtu (15/11/2025). Sedikitnya 30 rumah rusak parah, sebagian besar nyaris rata dengan tanah. Material longsor juga menimbun lahan pertanian dan perkebunan milik warga.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI/Polri, serta relawan—masih melakukan operasi pencarian dan pertolongan. Pendataan kerusakan dan asesmen kebutuhan juga terus berjalan.
“Dapur umum, tenda darurat, dan fasilitas logistik telah disiapkan di Kantor Kecamatan Pandanarum untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarnegara Raib Sekhudin.
Status Tanggap Darurat Ditetapkan 14 Hari
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, sesuai Surat Keputusan Bupati Nomor 300.2/871/TAHUN 2025.
Bupati Banjarnegara Amalia Desiana mengatakan keputusan tersebut diambil usai rapat koordinasi dengan Forkopimda pada Minggu malam (16/11).
“Kami sudah melakukan rapat dengan Forkopimda untuk menetapkan status tanggap darurat longsor Pandanarum. Masa tanggap bencana berlaku selama 14 hari,” ujar Amalia.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.