Daftar OTT KPK Januari 2026, Jaring 3 Kasus dalam Sembilan Hari
Pada Januari 2026 ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan tiga Operasi Tangkap Tangan (OTT).
Bahkan ketiga OTT KPK tersebut dilakukan hanya dalam kurun waktu sembilan hari, yakni pada 10-19 Januari 2026.
Pada 10 Januari, KPK melakukan OTT terhadap pegawai pajak di Jakarta Utara. Sembilan hari kemudian, KPK menjerat Wali Kota Madiun dan Bupati Pati pada 19 Januari 2026.
Diketahui, OTT KPK ini adalah kelanjutan dari giat tangkap tangan yang sebelumnya dilakukan juga tahun 2025.
Di tahun itu, KPK berhasil melakukan 11 OTT dan sukses menetapkan 118 tersangka kasus korupsi.
Berikut penjelasan singkat mengenai daftar kasus korupsi yang terjaring OTT KPK di Januari 2026:
9-10 Januari: OTT Pegawai DJP
KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor Wilayah Ditjen Pajak Jakarta Utara pada Jumat (9/1/2026) dan Sabtu (10/1/2026) dan mengamankan 8 orang beserta barang bukti berupa uang.
OTT tersebut terkait dengan dugaan suap terkait pemeriksaan pajak di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara pada Ditjen Pajak Kementerian Keuangan periode 2021-2026.
Operasi penindakan ini mulai dilakukan pada Jumat (9/1/2026) malam untuk menelusuri terkait kasus suap pengurangan nilai pajak.
Dari sana, pada Minggu (11/1/2026), KPK kemudian menetapkan lima orang tersangka untuk kasus dugaan suap pengadaan pemeriksaan pajak ini, yaitu:
- Dwi Budi, Kepala KPP Madya Jakarta Utara;
- Agus Syaifuddin, Kepala Seksi Pengawas dan Konsultasi (Waskon) KPP Madya Jakarta Utara;
- Askob Bahtiar (penerima suap), Tim Penilai di KPP Madya Jakarta Utara.
- Abdul Kadim Sahbudin, Konsultan Pajak;
- Edy Yulianto (pemberi suap), Staf PT Wanatiara Persada.
19 Januari: Wali Kota Madiun Maidi dan Bupati Pati Sudewo
Bupati Pati Sudewo (tengah) dikawal petugas setibanya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (20/1/2026). Sudewo tiba di KPK untuk menjalani pemeriksaan lanjutan setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan terkait dugaan korupsi pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/nym.
-
OTT KPK Wali Kota Madiun Maidi
KPK menangkap Wali Kota Madiun, Maidi, dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (19/1/2026). Ini menjadi OTT kedua KPK di Januari 2026.
Selain Wali Kota Madiun Maidi, penyidik KPK juga meringkus 14 orang lainnya yang terdiri dari pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun hingga pihak swasta.
OTT tersebut terkait dugaan korupsi mengenai proyek dan dana tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR) di Kota Madiun, Jawa Timur.
Dalam operasi tersebut, tim satgas KPK berhasil menyita sejumlah uang yang diduga merupakan bagian dari commitment fee yang diterima oleh pihak penyelenggara negara.
Setelah menjalani pemeriksaan awal di Madiun, KPK memutuskan untuk membawa 9 dari 15 orang, termasuk Wali Kota Madiun, Maidi, menuju Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk pemeriksaan lebih intensif.
-
OTT KPK Bupati Pati Sudewo
Di hari yang sama dengan penangkapan Wali Kota Madiun Maidi, KPK juga menangkap Bupati Pati Sudewo dalam OTT pada Senin (19/1/2026).
Menurut informasi, OTT terhadap Bupati Sudewo tersebut terkait dugaan korupsi pengisian jabatan perangkat desa di Pati.
Selain Sudewo, KPK juga mengamankan sejumlah pihak lain dalam operasi tersebut dan diboyong ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan.
Adapun tujuh orang yang ikut bersama Bupati Pati Sudewo terdiri dari dua camat, tiga kepala desa, dan dua calon perangkat desa.
Sudewo dan tujuh orang tersebut merupakan terduga tersangka tindak pidana korupsi, sehingga dibawa oleh KPK ke Jakarta usai terjaring OTT.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang