Sopir Bus Kaget, Angkut Rombongan yang Dikira Mau Bukber Ternyata OTT KPK

Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, Sopir Bus Kaget, Angkut Rombongan yang Dikira Mau Bukber Ternyata OTT KPK

Seorang sopir bus bernama Hartono mengaku tidak mengetahui bahwa rombongan yang diangkutnya merupakan pihak-pihak yang diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Cilacap.

Saat menerima tugas tersebut, ia sempat mengira rombongan yang dibawanya hendak menghadiri acara buka bersama (bukber).

Tanpa disangka, tujuan akhir perjalanan itu bukanlah tempat makan, melainkan Mapolresta Banyumas.

Adapun KPK mengamankan 27 orang dalam OTT yang digelar di Cilacap pada Jumat (13/3/2026). Dalam operasi tersebut, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman turut diamankan.

OTT tersebut menjadi operasi tangkap tangan ke-9 yang dilakukan KPK sepanjang 2026 dan yang ke-3 selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah.

Awal Mula Hartono Antar Rombongan OTT KPK

Hartono, sopir bus PO Riyan, menceritakan pengalamannya saat diminta mengantar rombongan dari Cilacap menuju Purwokerto, Banyumas pada Jumat siang.

Permintaan tersebut datang dari kantor perusahaan otobus tempatnya bekerja. Berdasarkan informasi yang diterimanya, rombongan itu disebut hendak menghadiri acara buka bersama.

Sebelumnya, Hartono bahkan sempat mengira perjalanan tersebut bertujuan mengantar penumpang menuju stasiun.

Ia mengatakan, bus berangkat sekitar pukul 14.00 WIB dari area Samsat Cilacap.

"Saya kira mau buka bersama," ujarnya, dikutip dari TribunBanyumas, Jumat.

Selama perjalanan, Hartono juga sempat memutar musik di dalam bus dengan volume cukup keras.

Bus yang dikemudikannya memiliki kapasitas sekitar 50 penumpang. Namun saat perjalanan berlangsung, jumlah penumpang diperkirakan hanya sekitar 20 orang.

Di dalam bus tersebut juga terdapat beberapa petugas dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mendampingi rombongan.

Hartono mengaku tidak mengetahui bahwa salah satu penumpang yang dibawanya merupakan Bupati Cilacap.

Ia juga tidak dapat membedakan mana petugas KPK karena semuanya mengenakan pakaian bebas.

"Di dalam bus semuanya anteng. Kebanyakan memakai baju batik, dan ada pula yang sempat tidur," katanya.

Hartono mengaku terkejut setelah mengetahui perjalanan tersebut ternyata berkaitan dengan OTT KPK.

"Saya kaget dan tidak menyangka. Awalnya saya kira hanya untuk kegiatan biasa, tapi diarahkan ke tempat Polresta Banyumas," ujarnya.

OTT KPK Terkait Kasus Penerimaan Proyek

Sebelumnya, KPK mengonfirmasi adanya operasi tangkap tangan di wilayah Cilacap.

Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan total 27 orang, termasuk Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.

"Diduga ada penerimaan yang diterima oleh pihak Bupati berkaitan dengan proyek-proyek yang ada di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat.

Syamsul menjadi target operasi tangkap tangan kesembilan yang dilakukan lembaga antirasuah sepanjang 2026.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang