Top 5+ Fakta OTT KPK Bupati Cilacap Syamsul Auliya: Terkait Penerimaan Proyek, Sekda- Kadis Diamankan
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Jumat (13/3/2026).
Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman bersama sejumlah pihak lain.
Syamsul kemudian tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 02.35 WIB untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Operasi ini menjadi OTT kesembilan yang dilakukan KPK sepanjang 2026 sekaligus yang ketiga selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah.
Berikut lima fakta terkait Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman terjaring OTT KPK.
1. KPK Amankan 27 Orang
Dalam operasi tangkap tangan di Cilacap, KPK mengamankan total 27 orang, termasuk Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.
“Tim mengamankan sejumlah 27 orang. Salah satunya adalah Bupati Cilacap,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat.
Budi menjelaskan, lembaga anti-rasuah juga mengamankan pihak swasta dalam OTT di Cilacap.
Ia juga meminta masyarakat menunggu perkembangan resmi dari KPK terkait kasus tersebut.
“Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan intensif di sana. Nantinya tentu tim akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, dan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta,” katanya.
2. Bupati Cilacap Diperiksa di Mapolresta Banyumas
Setelah terjaring OTT, Syamsul Auliya Rachman sempat menjalani pemeriksaan awal di Gedung Satuan Reserse Kriminal Polresta Banyumas, Purwokerto.
Seorang anggota kepolisian menyebutkan, bus pariwisata yang membawa Syamsul bersama sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Cilacap tiba di Markas Polresta Banyumas pada Jumat sekitar pukul 16.15 WIB.
"Biasanya kalau KPK melakukan operasi salah satu tempat akan meminjam fasilitas Kepolisian di kabupaten/kota terdekat untuk melakukan pemeriksaan awal," kata personel polisi itu dikutip dari Antara, Jumat.
Dari pantauan di lokasi, sejumlah pejabat Pemkab Cilacap terlihat keluar dari Gedung Satreskrim sekitar pukul 17.05 WIB untuk menunaikan shalat ashar di Masjid Polresta Banyumas.
Sekretaris Daerah Cilacap Sadmoko Danardono yang turut berada di lokasi tidak memberikan komentar saat dimintai keterangan wartawan.
"Kita ikuti saja ya," ujar Sadmoko.
3. KPK OTT Bupati Cilacap Terkait Dugaan Penerimaan Proyek
KPK menyebut operasi tangkap tangan ini berkaitan dengan dugaan penerimaan yang terkait proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap.
“Diduga ada penerimaan yang diterima oleh pihak Bupati berkaitan dengan proyek-proyek yang ada di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, dikutip dari Antara, Jumat.
Namun, hingga kini KPK masih mendalami lebih lanjut konstruksi perkara tersebut.
4. KPK Amankan Uang Tunai sebagai Barang Bukti
Dalam operasi tersebut, penyidik juga menyita barang bukti berupa uang tunai.
"Barang bukti yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini salah satunya adalah dalam bentuk uang tunai," ujar Budi.
Ia menyampaikan uang yang disita dalam mata uang rupiah. Namun jumlah pastinya masih dalam proses penghitungan oleh penyidik.
"Untuk jumlahnya nanti kami akan update (beri tahu, red.) kembali. Ini kan masih dalam proses ya," katanya.
5. Sejumlah Pejabat Pemkab Cilacap Turut Diamankan
Selain Syamsul Auliya Rachman, beberapa pejabat Pemerintah Kabupaten Cilacap juga ikut diamankan dalam operasi tersebut.
Di antaranya Sekretaris Daerah Cilacap Sadmoko Danardono, Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informatika Buddy Haryanto, serta Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Heru Kurniawan.
Selain itu, terlihat pula Kadis Perdagangan, Koperasi, dan UKM Oktrivianto Subekti serta Kepala Dinas Sosial Ichlas Riyanto di lokasi pemeriksaan.
Dilansir dari , Sabtu (14/3/2026), pemeriksaan di Polresta Banyumas selesai sekitar pukul 21.12 WIB.
Setelah itu, Syamsul bersama pihak lain yang diamankan dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan oleh penyidik KPK.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang