Profil Syamsul Auliya Rachman, Bupati Cilacap yang Kena OTT KPK
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman.
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan adanya operasi tangkap tangan tersebut.
Namun, ia belum merinci siapa saja pihak yang turut diamankan serta perkara apa yang menjerat Syamsul.
Operasi ini dilakukan tidak lama setelah lembaga antirasuah tersebut juga menangkap Bupati Lebong, Rejang Lebong.
"Benar," ujar Fitroh Rohcahyanto, dikutip dari , Jumat (13/3/2026).
Profil Syamsul Auliya Rachman
Syamsul Auliya Rachman yang kini menjabat sebagai Bupati Cilacap lahir di Cilacap, Jawa Tengah, pada 30 November 1985.
Dilansir dari laman Pemerintah Kabupaten Cilacap, Syamsul memulai kariernya di pemerintahan sebagai Kepala Seksi (Kasi) Trantibum Kecamatan Kedungreja pada 2012.
Setahun kemudian, pada 2013, ia menjabat sebagai Kepala Subbagian (Kasubag) Otonomi Daerah dan Kerja Sama pada Bagian Tata Pemerintahan Pemerintah Kabupaten Cilacap.
Karier politiknya kemudian berlanjut ketika ia terpilih menjadi Wakil Bupati Cilacap pada periode 2017–2022.
Setelah itu, Syamsul memenangkan Pilkada serentak 2024 dan terpilih sebagai Bupati Cilacap.
Bersama Ammy Amalia yang menjabat sebagai Wakil Bupati, pasangan ini meraih 414.533 suara sah atau setara dengan 43,81 persen.
Harta Kekayaan Syamsul Auliya Rachman
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan ke KPK pada 2025, total kekayaan Syamsul Auliya Rachman tercatat sebesar Rp 12.039.790.782.
Rinciannya sebagai berikut:
Tanah dan bangunan
- Tanah dan bangunan seluas 3.234 m²/1.000 m² di Cilacap senilai Rp 8.000.000.000
- Tanah seluas 140 m² di Cilacap senilai Rp 150.000.000.
Kendaraan
- Mobil Toyota Minibus tahun 2021 senilai Rp 900.000.000
- Mobil Toyota SUV tahun 2024 senilai Rp 500.000.000.
Harta lainnya
- Harta bergerak lainnya: Rp 360.000.000
- Kas dan setara kas: Rp 1.295.400.782
- Harta lainnya: Rp 1.050.000.000.
Hutang
- Hutang: Rp 215.610.000.