Menkeu Purbaya: Pelemahan Rupiah Tak Picu Krisis, Investasi Tetap Berjalan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat tidak resah menyikapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.
Ia menegaskan kondisi tersebut tidak akan memicu krisis ekonomi, karena kondisi fundamental perekonomian Indonesia masih terjaga.
Selain itu, ia beranggakpan kebijakan pemerintah berjalan selaras dengan otoritas moneter.
Purbaya menyampaikan pemerintah terus menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan global yang memengaruhi pergerakan nilai tukar.
Ia menilai fluktuasi rupiah bersifat sementara dan tidak mencerminkan kondisi ekonomi nasional secara menyeluruh.
Ekonomi tetap kuat di tengah tekanan, investasi terjaga
Purbaya menyatakan kebijakan fiskal yang dijalankan Kementerian Keuangan telah disinkronkan dengan kebijakan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
"Jadi ke depan ekonomi akan semakin cepat, semakin cepat, semakin cepat. Investor akan merealisasikan rencana investasinya, yang asing juga akan masuk," kata Purbaya saat ditemui di Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara, dikutip dari Tribunnews, Kamis (22/1/2026).
Ia menambahkan pemerintah dan Bank Indonesia memiliki komitmen yang sama dalam menjaga stabilitas rupiah.
Karena itu, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap pergerakan nilai tukar dalam jangka pendek.
Sinergi kebijakan dan sinyal pasar modal
Sehari sebelumnya, pada Rabu (21/1/2026), Purbaya bertemu Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Kompleks Istana Kepresidenan.
Dalam pertemuan tersebut, para pemangku kepentingan sepakat nilai tukar rupiah seharusnya tidak berada pada level lemah dan perlu bergerak menuju penguatan.
Purbaya menekankan pentingnya sinergi kebijakan fiskal dan moneter. Ia juga menyoroti peran pasar modal sebagai indikator kepercayaan investor global.
"Pasar modal itu semacam bendera ke investor seluruh dunia. Di sini ada perubahan positif yang terjadi," kata Purbaya.
Menurut dia, tanpa pergerakan positif di pasar modal, investor global cenderung mengabaikan Indonesia.
Namun, perbaikan fundamental ekonomi dan kinerja pasar modal mulai menarik minat investor asing.
"Anda jangan menganggap ga penting pergerakan pasar modal karena itu bendera ke banyak investor. Jadi, FDI (Foreign Direct Investment) kayaknya akan mulai banyak masuk ke sini," paparnya.
BI dan stabilisasai nilai uang
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan BI siap melakukan langkah stabilisasi nilai tukar secara tegas dan terukur.
Langkah ini termasuk melalui intervensi di pasar spot dan pasar forward.
"Kami tegaskan BI tidak segan-segan kami melakukan intervensi dalam jumlah besar, baik di intervensi non deliverable forward, maupun di dalam negeri non deliverable forward di pasar luar negeri maupun di dalam negeri spot dan DNDF," terang Perry.
Ia memastikan cadangan devisa Indonesia berada pada level yang memadai untuk menopang stabilisasi nilai tukar.
Perry menjelaskan pelemahan rupiah dipengaruhi faktor global.
- Adapun faktor-faktornya seperti:
- Ketidakpastian geopolitik
- Kebijakan tarif Amerika Serikat
- Tingginya imbal hasil US Treasury.
Selain itu, ada pula aktor domestik berupa meningkatnya kebutuhan valuta asing sejumlah korporasi besar.
Purbaya menegaskan proses pencalonan Deputi Gubernur BI bukan pemicu utama pelemahan rupiah.
"Rupiah melemah sebelum Pak Thomas ditunjuk (sebagai salah satu calon), jadi itu bukan isu. Ada faktor lain," papar Thomas dikutip dari Antara, Kamis (22/1/2026).
Meski sempat mendekati Rp 17.000 per dollar AS, nilai tukar rupiah mulai menunjukkan perbaikan.
Pada awal perdagangan Kamis (22/1/2026), rupiah dibuka menguat 0,04 persen ke level Rp16.929 per dollar AS, dari penutupan sebelumnya Rp 16.936 per dollar AS.
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Menkeu Purbaya Minta Publik Tak Khawatir, Pelemahan Rupiah Tidak akan Memicu Krisis Ekonomi.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang