Wamenperin Ungkap Faktor Industri Domestik Tak Terganggu Pelemahan Rupiah
Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza menegaskan, pelemahan nilai tukar rupiah tidak mengganggu kinerja industri dalam negeri, karena belanja yang dilakukan menggunakan mata uang domestik.
"Kalau sekarang kan industri dalam negeri pasti belanjanya rupiah, enggak terlalu masalah," kata Faisol, Kamis, 4 Juni 2026.
"Paling ada beberapa bahan baku yang transaksinya menggunakan US dolar,” ujarnya.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Faisol Riza
Faisol mengatakan, secara umum industri dalam negeri memiliki ketahanan kuat, karena sebagian besar aktivitas transaksi dan belanja dilakukan menggunakan rupiah. Namun, sejumlah sektor tetap menghadapi tekanan, akibat kebutuhan bahan baku impor yang pembayarannya menggunakan mata uang dolar AS.
Menurutnya, dampak pelemahan nilai tukar terhadap industri juga dapat diantisipasi, melalui diversifikasi penggunaan mata uang dalam transaksi perdagangan internasional.
Faisol mencontohkan, sebagian perdagangan Indonesia saat ini telah menggunakan renminbi, sehingga ketergantungan terhadap dolar AS dapat dikurangi.
“Tapi saya lihat kalau trade balance kita sepertiganya itu menggunakan renminbi misalnya, itu pengaruh US dolar-nya juga bisa diantisipasi,” kata Faisol.
Dia menyebut, seluruh industri yang masih menggunakan bahan baku impor berpotensi merasakan tekanan akibat fluktuasi nilai tukar. Namun, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, agar dampaknya tidak terlalu besar terhadap aktivitas produksi.
“Kita sudah mitigasi supaya tidak banyak terdampak oleh kenaikan atau turunnya nilai tukar rupiah,” ujarnya.
Faisol menambahkan, Kemenperin juga telah melakukan komunikasi dan diskusi dengan pelaku industri untuk mencari solusi atas tantangan yang muncul akibat pergerakan kurs.
"Apapun itu kan kita bisa cari jalan keluar,” ujarnya. (Ant).