Dibuka Melonjak, IHSG Dibayangi Koreksi dengan Uji Resistance di Batas 8.120
IHSG dibuka menguat 87 poin atau 1,08 persen di level 8.176 pada pembukaan perdagangan Selasa, 21 Oktober 2025.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG coba tes resistance pada perdagangan hari ini.
"IHSG berpotensi tes resist kuat di 8.120. Tapi masih hati-hati jika kurang kuat break di atas 8.120, maka IHSG masih berpotensi kembali terkoreksi," kata Fanny dalam riset hariannya, Selasa, 21 Oktober 2025.
Ilustrasi papan saham IHSG.
Bursa saham Asia bergerak naik pada perdagangan Senin kemarin, di tengah musim rilis laporan keuangan. Indeks Kospi Korea Selatan naik 1,76 persen dan S&P/ASX 200 Australia menguat 0,41 persen.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 melesat 3,37 persen dan Topix naik 2,46 persen. Hal itu terjadi setelah Partai Demokrat Liberal dan Partai Ishin sepakat membentuk koalisi pemerintahan, menimbulkan pelemahan Yen terhadap dolar.
Sementara itu, indeks Shanghai Composite dan Hang Seng masing-masing menguat 0,63 persen dan 2,42 persen. Pertumbuhan ekonomi China kembali melambat untuk kuartal kedua berturut-turut, yang merupakan fenomena pelemahan dalam setahun.
"Kenaikan ekspor belum mampu mengimbangi penurunan belanja rumah tangga dan investasi korporasi," ujar Fanny.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, berupaya menurunkan suhu ketegangan, menegaskan tarif tinggi terhadap produk China tidak dapat dipertahankan lama.
AS dan China akan kembali duduk di meja perundingan pekan ini, dengan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri China, He Lifeng, memimpin pembicaraan. Kemudian.
"Support IHSG berada di level 8.000-8.040 sementara resist IHSG di rentang 8.120-8.150," ujarnya.