Awas Dompet Jebol! Ini Daftar Barang yang Harganya Berpotensi Naik Imbas Pelemahan Rupiah Terhadap Dolar AS
Pelemahan mata uang terhadap dolar Amerika Serikat biasanya berdampak langsung pada harga berbagai barang di pasaran. Ketika dolar AS menguat, biaya impor menjadi lebih mahal karena transaksi perdagangan internasional sebagian besar menggunakan mata uang tersebut.
Kondisi ini membuat sejumlah produk yang berasal dari luar negeri atau menggunakan bahan baku impor berpotensi mengalami kenaikan harga. Tidak hanya barang elektronik dan kendaraan, kebutuhan sehari-hari seperti makanan hingga obat obatan juga bisa terdampak.
Di Indonesia, tekanan terhadap rupiah juga terjadi dan menjadi sorotan. Hari ini, Rabu, 20 Mei 2026, nilai tukarnya dilaporkan telah menyentuh Rp17.743 per dolar AS. Situasi ini membuat masyarakat mulai khawatir terhadap kemungkinan kenaikan harga berbagai kebutuhan.
Melansir dari berbagai sumber, berikut daftar barang yang harganya berpotensi naik saat rupiah melemah terhadap dolar AS.
1. BBM dan Produk Energi
Minyak mentah dunia diperdagangkan menggunakan dolar AS. Ketika rupiah melemah, biaya impor minyak menjadi lebih mahal. Kondisi ini dapat memengaruhi harga bahan bakar minyak, gas, hingga biaya transportasi dan distribusi barang.
2. Barang Elektronik
Produk elektronik seperti ponsel, laptop, televisi, hingga konsol game umumnya menggunakan komponen impor atau diproduksi di luar negeri. Saat dolar AS menguat, harga barang elektronik biasanya ikut naik karena biaya impor meningkat.
3. Mobil, Motor, dan Sparepart
Industri otomotif masih menggunakan banyak komponen impor yang dibayar menggunakan dolar AS. Akibatnya, harga kendaraan hingga suku cadang berpotensi mengalami kenaikan ketika nilai tukar rupiah melemah.
4. Obat obatan dan Alat Kesehatan
Bahan baku farmasi di Indonesia sebagian masih berasal dari luar negeri. Ketika dolar AS naik, biaya impor bahan baku obat ikut meningkat. Hal ini dapat memengaruhi harga obat, vitamin, hingga alat kesehatan.
5. Makanan dan Minuman Impor
Produk makanan impor seperti daging, susu, cokelat, buah buahan, hingga gandum biasanya ikut mengalami kenaikan harga saat dolar menguat. Selain itu, produk makanan lokal yang menggunakan bahan baku impor juga dapat terdampak.
6. Tiket Pesawat
Biaya operasional maskapai banyak menggunakan dolar AS, mulai dari avtur, sewa pesawat, hingga perawatan armada. Karena itu, pelemahan rupiah dapat membuat harga tiket pesawat menjadi lebih mahal.
7. Gadget dan Produk Teknologi
Produk teknologi seperti smartwatch, kamera, tablet, hingga perangkat gaming juga berpotensi naik harga. Sebagian besar produk tersebut dipasarkan menggunakan dolar AS sehingga sangat dipengaruhi nilai tukar.
8. Pakaian dan Produk Fashion Impor
Brand fashion luar negeri biasanya menetapkan harga menggunakan dolar AS. Saat rupiah melemah, harga pakaian, tas, sepatu, dan aksesori impor bisa ikut naik. Produk lokal yang memakai bahan baku impor juga dapat terdampak kenaikan biaya produksi.
9. Bahan Baku Industri
Sejumlah industri masih mengandalkan bahan baku impor seperti plastik, bahan kimia, logam, hingga mesin produksi. Jika biaya impor naik, harga barang hasil produksi dalam negeri juga berpotensi meningkat.
10. Biaya Liburan ke Luar Negeri
Pelemahan rupiah membuat biaya perjalanan internasional menjadi lebih mahal. Mulai dari hotel, transportasi, tiket wisata, hingga belanja di luar negeri membutuhkan pengeluaran lebih besar karena dolar AS menguat.
Itu dia sejumlah barang dan kebutuhan yang harganya berpotensi naik ketika rupiah melemah terhadap dolar AS. Kondisi ini biasanya paling terasa pada produk impor dan barang yang masih bergantung pada bahan baku luar negeri.