Bursa Asia Menguat Susul Lonjakan Pesat di Wall Street
Data menunjukkan bahwa lapangan kerja yang tercipta pada bulan Desember 2025 lebih sedikit daripada yang diperkirakan pasar. Sementara itu, tingkat pengangguran turun yang menandakan pasar tenaga kerja AS cukup stabil.
Investor akan mencermati harga minyak karena Iran memasuki minggu ketiga protes yang telah menewaskan lebih dari 500 orang. Presiden AS Donald Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan opsi intervensi terhadap Iran.
Dikutip dari CNBC Internasional, indeks acuan Australia, S&P/ASX 200, naik 0,71 persen.
Di Korea Selatan, indeks Kospi melonjak 0,83 persen. Indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil meningkat 0,4 persen
Bursa Jepang tutup karena hari libur.
Ilustrasi Ekonomi dan Investasi
IHSG. (foto ilustrasi)
Mitra koalisi Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, Hirofumi Yoshimura mengatakan bahwa ia mungkin akan mengadakan pemilihan umum lebih cepat. Komentar ini muncul pada Minggu, 11 Januari 2026 tepatnya setelah media domestik Jepang melaporkan Takaichi sedang mempertimbangkan pemilihan umum mendadak pada bulan Februari 2026.
Yen Jepang anjlok tajam pada Senin, 12 Januari 2026. Koreksi bahkan mencapai level terendah dalam satu tahun, yakni di angka 158,19 terhadap dolar AS.
Pada penutupan jelang akhir pekan, indeks S&P 500 ditutup naik 0,65 persen menjadi 6.966,28. Posisi ini merupakan rekor penutupan tertinggi (all high time) baru setelah saham-saham naik pesat pada intraday baru dalam sesi perdagangan tersebut.
Nasdaq Composite melambung 0,81 persen ke level 23.671,35. indeks Dow Jones Industrial Average mencatat kenaikan sebesar 237,96 poin atau 0,48 persen ke area 49.504,07 poin sekaligus mencetak rekor penutupan baru.