Bursa Asia Cerah Usai Bos The Fed Berikan Sinyal Positif
Williams menyampaikan, The Fed dapat menurunkan suku bunga acuannya lantaran pasar tenaga kerja lesu. Ini dikhawatirkan dapat menimbulkan ancaman ekonomi yang lebih besar.
The Fed hanya memiliki satu pertemuan tersisa di tahun ini, yaitu pada tanggal 9-10 Desember 2025. Saat ini, suku bunga AS berada di kisaran 3,75 persen hingga 4,00 persen.
Menurut alat CME FedWatch , kontrak berjangka dana Fed saat ini memperkirakan sekitar 70 persen kemungkinan penurunan suku bunga sebesar seperempat poin persentase
Dikutip dari CNBC Internasional pada Senin, 26 November 2025, indeks acuan Korea Selatan, Kospi, naik 1,28 persen zementara indeks Kosdaq menguat 0,5 persen. Lonjakan didorong meningkatnya saham Samsung Electrnonics lebih dari 3,2 persen pada awal perdagangan.
Di Australia, indek S&P/ASX 200 melambung 1,08 persen yang membalikan kerugian 1,59 persen pada akhir pekan. Indeks berjangka Hang Seng Hong Kong menguat 1,27 persen menjadi 25.541 dari 25.220,02.
Pasar Jepang tutup karena hari libur umum.
Wall Street berhasil rebound pada penutupan perdagangan Jumat, 21 November 2025. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 1,08 persen, Nasdaq Composite naik 0,88 persen dan indeks S&P 500 melonjak 0,98 persen.