Rupiah Melemah seiring Optimisme Potensi Penurunan Suku Bunga oleh BI
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 16.632 per Rabu, 3 Desember 2025. Posisi rupiah itu stagnan dari kurs sebelumnya di level Rp 16.632 pada perdagangan Selasa, 2 Desember 2025.
Sementara perdagangan di pasar spot pada Kamis, 4 Desember 2025 hingga pukul 09.01 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 16.630 per dolar AS. Posisi itu melemah 2 poin atau 0,01 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.628 per dolar AS.
Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, aspek yang mempengaruhi pergerakan rupiah salah satunya adalah pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI).
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menilai, BI masih memiliki ruang untuk melanjutkan pelonggaran kebijakan moneter, dengan menurunkan suku bunga kebijakan hingga 50 basis poin.
"OECD mencatat siklus penurunan suku bunga yang dimulai pada Agustus 2024 telah membawa BI rate turun dari 6,25 persen menjadi 4,75 persen,” kata Ibrahim dalam riset hariannya, Rabu, 3 Desember 2025.
Namun, penurunan tersebut belum tersalurkan secara penuh ke suku bunga kredit perbankan maupun imbal hasil obligasi korporasi, yang baru turun marginal dibanding awal periode pelonggaran.
Pertumbuhan kredit pun disebut masih jauh di bawah rata-rata historis sebelum pandemi dan sebelum siklus pelonggaran dimulai.
Dengan ekspektasi inflasi yang stabil serta proyeksi permintaan domestik yang berada di sekitar tingkat tren, OECD menilai ruang pelonggaran tambahan masih cukup terbuka. Namun, OECD menekankan pentingnya pendekatan data-dependent.
Hal ini agar BI mampu menyeimbangkan antara kebutuhan mendorong pertumbuhan ekonomi dengan kewaspadaan terhadap risiko inflasi. Terutama dari depresiasi rupiah sekitar 3 persen terhadap dolar Amerika sejak awal tahun. Pelemahan kurs tersebut sebagian disebabkan oleh penyempitan selisih suku bunga dengan negara maju.
Selain itu, rupiah juga dipengaruhi ekspektasi penurunan suku bunga The Fed.
"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.620 - Rp 16.640," ujarnya.