Rupiah Menguat seiring Optimisme Soal Potensi Pemangkasan BI Rate

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 16.585 per Senin, 20 Oktober 2025. Posisi rupiah itu menguat 5 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 16.590 pada perdagangan Jumat, 17 Oktober 2025.

Sementara perdagangan di pasar spot pada Selasa, 21 Oktober 2025 hingga pukul 09.20 WIB, rupiah ditransaksikan di level Rp 16.570 per dolar AS. Posisi tersebut menguat 5 poin atau 0,03 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.575 per dollar AS.

Tumpukan uang rupiah dengan berbagai nominal

Pemerintah mengumumkan tambahan anggaran untuk program Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) senilai Rp 30 triliun, yang akan diberikan kepada 35 juta keluarga pada Oktober sampai Desember 2025. BLT baru ini sudah didistribusikan dan diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat serta menstimulasi perekonomian.

Namun, kebijakan BLT tersebut belum akan berdampak signifikan terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi. Program berbasis konsumsi seperti BLT hanya memberikan dorongan jangka pendek. 

"Untuk memperkuat ekonomi secara berkelanjutan, pemerintah perlu memperbesar porsi kebijakan yang mendorong ekspor, investasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia," ujar Ibrahim.

Program yang mendorong ekspor dan investasi akan jauh lebih efektif untuk menumbuhkan ekonomi. Jangan lupa juga pentingnya investasi di bidang pendidikan, riset, dan pengembangan teknologi.

Selain itu, peningkatan akses pendidikan gratis juga perlu diperluas agar Indonesia memiliki lebih banyak tenaga kerja terampil yang mampu mendukung produktivitas nasional, sehingga bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi. 

Di sisi lain, pelaku pasar juga menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan pada 22 Oktober 2025. Konsensus memperkirakan bank sentral akan menurunkan suku bunga acuan atau BI rate sebesar 25 basis poin menjadi 4,5 persen.

"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.570 - Rp 16.600," ujarnya.