Kuatnya Ekspektasi BI Tahan Suku Bunga Dongkrak IHSG Cetak Rekor Tertinggi

Pergerakan IHSG (Foto ilustrasi)
Pergerakan IHSG (Foto ilustrasi)

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus, menuturkan keberhasilan IHSG mencetak rekor tertinggi dipengarugi ekspektasi pelaku pasar di dalam negeri terhadap Bank Indonesia (BI). Pasar memperkirakan BI akan menahan suku bunga acuan (BI-rate) di level 4,75 persen.

Ekspektasi seiring kurs Rupiah yang masih melemah. Hingga penutupan pasar Senin, 16 Januari 2026, Rupiah mengalami pelemahan menjadi sekitar Rp16.935.

"IHSG menguat di tengah meningkatnya ekspektasi suku bunga yang tidak berubah untuk melindungi nilai Rupiah," tutur Nico dikutip dari Antara pada Senin, 16 Januari 2026.

ilustrasi suku bunga

Sebagai infornasi Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI akan digelar selama dua hari pada Selasa-Rabu, 20-21 Januari 2026. 

Pelaku pasar juga akan mencermati rilis data pertumbuhan kredit bulan Desember 2025 yang diperkirakan melambat menjadi 7,6 persen year on year (yoy). Pada bulan seelumnya, pertumbuhan kredit tumbuh sebesar 7,74 persen secara tahunan. 

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.935.575 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 85,35 miliar lembar saham senilai Rp 35,91 triliun. Sebanyak 377 saham naik, 318 saham menurun, dan 110 tidak bergerak nilainya.

Ketika IHSG kinclongnya, bursa Asia ditutup beragam di tengah kebingungan pelaku pasar menanggapi langkah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ingin menguasai Greenland. Bahkan, Trump mengancam akan memberlakukan tarif baru terhadap delapan negara Eropa yang kontra dengan keputusannya tersebut. 

Ancaman Trump memberikan tekanan terhadap bursa bursa Eropa. Phintraco Sekuritas melaporkan indeks-indeks di kawasan benua biru ini rontok pada pembukaan perdagangan. Begitu juga, indeks future di bursa AS, Wall Street yang bergerak melemah.