Imbas Rupiah Melemah, Harga Pelumas Pertamina Naik

pelumas, pelumas Pertamina, Imbas Rupiah Melemah, Harga Pelumas Pertamina Naik

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) mulai berdampak pada industri otomotif nasional. Salah satunya terlihat dari penyesuaian harga pelumas yang dilakukan PT Pertamina Lubricants.

Berdasarkan data Investing, rupiah pada Kamis (4/6/2026) pukul 06.45 WIB sempat menyentuh level Rp 18.015 per dollar AS.

Angka tersebut menjadi salah satu titik terlemah rupiah dalam beberapa waktu terakhir, atau melemah sekitar 90 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 17.925 per dollar AS.

Kondisi tersebut turut memberikan tekanan terhadap industri pelumas yang masih bergantung pada pasokan dan harga bahan baku global.

Harga Pelumas Naik

Corporate Secretary Pertamina Lubricants, Rika Gresia Wahyudi, mengatakan situasi global saat ini memberikan dampak terhadap ketersediaan bahan baku pelumas yang menjadi salah satu faktor penentu harga produk di pasaran.

"Situasi global saat ini menyebabkan dampak multidimensi yang salah satunya adalah ketersediaan bahan baku pelumas. Sementara itu harga pelumas dipengaruhi berbagai faktor, antara lain ketersediaan dan harga bahan baku serta dinamika pasar domestik industri pelumas," kata Rika kepada Kompas.com, Kamis (4/6/2026).

pelumas, pelumas Pertamina, Imbas Rupiah Melemah, Harga Pelumas Pertamina Naik

Pertamina Lubricants luncurkan oli mesin terbaru Fastron Diesel 5W-30 di GIIAS 2025

Rata-rata Kenaikan

Menurut Rika, Pertamina Lubricants telah melakukan penyesuaian harga produk pelumas yang berlaku mulai 2 Juni 2026.

Secara rata-rata, kenaikan harga berlaku untuk seluruh lini produk atau all series dengan besaran sekitar 17 persen.

Meski demikian, perusahaan memastikan tetap berupaya menjaga kualitas produk di tengah tantangan yang dihadapi industri saat ini.

"Namun demikian, kami selalu berupaya menjaga kualitas pelumas Pertamina sehingga dapat menjawab berbagai kebutuhan masyarakat dalam berkendara maupun industri," ujarnya.

Pelemahan Rupiah Jadi Tantangan Industri

Nilai tukar rupiah yang terus tertekan memberikan dampak langsung terhadap berbagai sektor yang masih mengandalkan bahan baku impor, termasuk industri pelumas.

Pasalnya, sebagian bahan dasar pelumas maupun komponen pendukung lainnya masih dipengaruhi harga global yang umumnya menggunakan acuan dollar AS.

Di tengah kondisi tersebut, Pertamina Lubricants juga mengimbau konsumen agar lebih berhati-hati saat membeli pelumas kendaraan.

Menurut Rika, penggunaan produk asli yang diperoleh melalui jaringan resmi menjadi penting untuk menjaga performa kendaraan sekaligus menghindari risiko penggunaan produk palsu.

"Kami menghimbau agar konsumen dan pengguna kendaraan bermotor menggunakan pelumas Pertamina yang diperoleh dari outlet serta channel resmi Pertamina Lubricants," kata Rika.

Selain itu, pemilik kendaraan juga diingatkan untuk melakukan perawatan berkala agar kondisi mesin tetap optimal.

"Pastikan juga untuk selalu menjaga mesin kendaraan tetap prima melalui pengecekan dan servis secara berkala," ujarnya.

Berpotensi Menambah Beban Biaya Perawatan

Kenaikan harga pelumas menjadi salah satu konsekuensi yang harus dihadapi konsumen di tengah pelemahan nilai tukar rupiah.

Sebab, pelumas merupakan komponen rutin yang harus diganti secara berkala untuk menjaga performa dan usia pakai mesin kendaraan.

Dengan adanya penyesuaian harga sebesar 17 persen, biaya servis berkala kendaraan berpotensi ikut meningkat, terutama bagi pemilik kendaraan dengan interval penggantian oli yang cukup sering.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang