IHSG Menguat Ditopang Wacana Penurunan Suku Bunga dan Terkendalinya Inflasi
IHSG dibuka menguat 55 poin atau 0,71 persen di level 7.923 pada pembukaan perdagangan Senin, 8 September 2025.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi mengungkapkan, katalis pendukung utama penguatan IHSG yakni terkait dengan wacana pelonggaran moneter oleh The Fed, seiring terkendalinya inflasi domestik dan perbaikan sektor manufaktur.
"Setelah pada pekan lalu IHSG mendapatkan tekanan yang lebih banyak dipicu faktor politik domestik," kata Imam dalam keterangannya, Senin, 8 September 2025.
Ilustrasi papan saham IHSG.
Dia merinci bahwa faktor tersebut tercermin dari koreksi intraday lebih dari 3,5 persen di awal pekan, disertai outflow asing yang lebih dari Rp 2 triliun.
Tapi dengan solidnya fundamental makro domestik pekan lalu, inflasi Agustus 2025 tercatat 2,31 persen secara year-on-year (yoy) atau masih dalam rangka target BI sekitar 2,5 persen ±1 persen,
"Dimana hal itu juga menandakan bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga," ujar Imam.
Kemudian masih ada PMI Manufaktur yang dilaporkan kembali ke area ekspansif (51,5) setelah empat bulan terkontraksi, yang menjadi sinyal awal pemulihan aktivitas produksi.
Imam menambahkan, fokus pasar modal minggu ini yakni pada rilis CPI AS, dengan konsensus 2,9 persen secara tahunan (yoy) yang menjadi kunci sebelum Federal Open Meeting Commitee (FOMC) pada 17 September 2025.
Selain itu, lanjut Imama, pasar juga akan mengamati data inflasi China dengan konsensus deflasi 0,2 persen (yoy), serta kenaikan yield JGB tenor 30Y yang menambah layer risiko global karena berpotensi membalik arah carry trade. Sehingga arus modal keluar dari emerging market juga perlu diantisipasi.
"IHSG pekan ini akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan range support di 7.680 dan resistance 8.000," ujarnya.