Kemenpar Sebut Rupiah Melemah Untungkan Pariwisata, Bali Belum Rasakan Efeknya

Kemenpar Sebut Rupiah Melemah Untungkan Pariwisata, Bali Belum Rasakan Efeknya

Di tengah pelemahan rupiah yang membuat biaya berwisata di Indonesia relatif lebih murah bagi turis asing, destinasi wisata unggulan sepertiBali dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) justru belum merasakan lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Wayan Sumarajaya, pergerakan penumpang internasional di Pulau Dewata terpantau stabil.

"Pada awal Juni 2026 masih menunjukkan kondisi yang relatif stabil dengan rata-rata sekitar 20.355 penumpang yang datang per hari," kata Wayan saat dihubungi Kompas.com, Minggu (7/6/2026).

Bila mengacu pada perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), kurs rupiah sempat menembus Rp 17.900 pada akhir Mei 2026, sebelum menyentuh Rp 18.000 per dolar AS pada awal Juni 2026.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan, kondisi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini justru menjadi peluang untuk mendatangkan lebih banyak turis ke Indonesia.

"Iya, kami melihat ini (pelemahan rupiah) menjadi satu peluang bagi Indonesia memiliki daya tarik yang lebih bagi wisatawan," kata Ni Luh, dikutip dari .

Tidak hanya sekedar mengunjungi Tanah Air, wisman dari berbagai negara juga diprediksi tinggal lebih lama di Indonesia.

Di sisi lain, Wayan justru berharap nilai tukar rupiah dan dolar AS bisa lebih stabil demi memudahkan wisatawan yang telah merencanakan perjalanan jauh-jauh hari.

Menurutnya, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga tidak bisa dijadikan satu-satunya tolok ukur kondisi pariwisata Bali.

"Untuk mengetahui pengaruh kondisi di atas, memerlukan observasi dalam periode yang lebih panjang untuk memperoleh kesimpulan yang lebih komprehensif," ungkap dia.

Adapun Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi, mengaku melihat adanya peningkatan kunjungan wisman ke DIY pada tahun ini bila mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY.

Kemenpar Sebut Rupiah Melemah Untungkan Pariwisata, Bali Belum Rasakan Efeknya

Ilustrasi Malioboro, Yogyakarta.

Meski demikian, hal tersebut tidak bisa menjadi patokan sebab belum ada data terbaru per Juni 2026, yang bisa dikaitkan dengan pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS. 

"Data terakhir dikeluarkan BPS DIY pertanggal 2 Juni 2026 untuk data terkait dengan kepariwisataan sampai dengan bulan April 2026, di mana jumlah wisatawan mancanegara Januari sampai dengan April 2026 meningkat dibandingkan dengan bulan Januari sampai dengan April 2025," kata Imam.

"Untuk data bulan Mei 2025 baru akan diumumkan pada bulan Juli 2026," sambung dia.

Berdasarkan data kunjungan wisman ke DIY per April 2026, terdapat 8.689 turis asing yang melancong ke DIY selama satu bulan, naik dari total 7.135 kunjungan wisman pada April 2025.

Turis asal Malaysia dan Singapura mendominasi daftar tersebut dengan jumlah kunjungan wisata mencapai ribuan orang.

Diikuti oleh wisatawan asal China, Jerman, AS, Perancis, sampai Inggris yang juga melancong ke DIY.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang