Rupiah Terus Melemah: Pengunjung Bengkel Turun, Harga Suku Cadang Naik 20%

Melemahnya rupiah membuat harga suku cadang motor di Indonesia mengalami kenaikan besar-besaran. Bahkan, bengkel umum di pinggir jalan sudah melakukan penyesuaian banderol sejak bulan lalu. Seberapa banyak kenaikannya?

Bengkel motor umum di kawasan Bekasi, Jawa Barat, Putra Prima Motor mengklaim, sejak harga-harga spareparts kendaraan mengalami kenaikan, permintaan konsumen mengalami penurunan. Kunjungan harian, kata mereka, tak sebanyak bulan-bulan sebelumnya.

"Iya ada (dampak penurunan pengunjung sejak harga sukucadang naik). Rata-rata (harga oli) udah naik Rp 20 ribuan," ujar kasir Putra Prima Motor saat disambangi detikOto di lokasi, Selasa (9/6).

Array,Rupiah Terus Melemah: Pengunjung Bengkel Turun, Harga Suku Cadang Naik 20%

Harga oli dan ban motor di bengkel umum sudah naik banyak Foto: dok. Istimewa

Bukan hanya oli, suku cadang lain seperti ban juga mengalami kenaikan besar-besaran. Bukan hanya 1-2 persen, peningkatannya mencapai 20 persen. Itulah mengapa, tak heran jika permintaan konsumen terus merosot.

"Iya (selain oli) naik semua, hampir semua (suku cadang). Ban apalagi, pas bulan Mei tuh, ban bisa naik sampai 20 persen," tuturnya.

Saat ditanya apakah kenaikan masih akan berlanjut bulan depan, dia belum bisa memastikan. Namun, hingga sekarang, grafik harganya memang cenderung ke atas ketimbang ke bawah.

"Bulan depan belum tahu ya (naik berapa lagi). Itu oli yang MPX matik aja sampai kemarin masih naik aja, Shell juga tuh (naik terus)," kata dia.

Hingga berita ini dimuat, 1 US$ sudah tembus Rp 18 ribuan. Kenaikan nilai tukar itu tentu sangat berpengaruh ke harga-harga barang termasuk suku cadang motor. Sebab, sejumlah material atau bahan bakunya memang masih impor dari luar negeri.