Rupiah Melemah, Kemenpar Catat Kenaikan Kunjungan Turis Asia Tenggara

rupiah melemah, Kementerian Pariwisata, Rupiah Melemah, Kemenpar Catat Kenaikan Kunjungan Turis Asia Tenggara

Di tengah kondisi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, Kementerian Pariwisata justru mencatat adanya kenaikan jumlah kunjungan turis asing atau wisatawan mancanegara (wisman) dari Asia Tenggara ke Indonesia.

"Yang kami lihat ya, memang Singapura, Malaysia, itu yang terjadi (kunjungan turis asing terutama dari Asia Tenggara meningkat ketika rupiah melemah). Tapi China pun pertumbuhannya luar biasa, Korea, itu juga kami lihat ya."

Pernyataan tersebut disampaikan Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini saat ditemui di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, pada Jumat (5/6/2026).

Made menyebut, salah satu faktor kenaikan jumlah kunjungan wisman dari Asia Tenggara ke Indonesia yaitu karena masih serumpun. Jadi, jenis barang yang dibeli dan makanan yang disantap relatif mirip.

"Jadi mereka datangnya itu lebih banyak, dan mereka ekspresikan di sosial media, kita pun menangkap senang sekali datang ke Indonesia karena best value for money gitulah istilahnya ya," kata Made.

Ia melanjutkan, selain alasan biaya, wisman juga bisa berbelanja dengan jumlah yang lebih banyak, serta mendapatkan kenyamanan saat berbelanja.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 2 Juni 2026, jumlah turis asing yang berkunjung ke Indonesia pada April 2026 tercatat sebanyak 1,25 juta kunjungan.

Jumlah ini meningkat 14,57 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yakni Maret 2026.

Sementara itu secara kumulatif, jumlah wisman ke Indonesia hingga April 2026 tercatat sebanyak 4,7 juta kunjungan. Angka ini meningkat 8,24 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun lima negara teratas yang paling banyak berkunjung ke Indonesia pada April 2026 yaitu: Malaysia (207.960 kunjungan), Australia (157.960 kunjungan), China (133.990 kunjungan), Singapura (111.440 kunjungan), dan Timor Leste (75.480 kunjungan).

Ke mana tujuan turis Asia Tenggara di Indonesia?

Kata Made, wisman asal Malaysia kerap memilih Jakarta sebagai destinasi tujuan. Kemudian mereka juga berkunjung ke Bandung, Bali, dan Batam.

"Kalau Malaysia ke Jakarta. Bandung dan Bali tetap, tapi dia nomor satunya Jakarta. Tentu Batam dan Bintan karena dekat, nah Singapura (berkunjung ke) Batam dan Bintan," kata Made.

rupiah melemah, Kementerian Pariwisata, Rupiah Melemah, Kemenpar Catat Kenaikan Kunjungan Turis Asia Tenggara

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini saat ditemui media di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026).

Khusus wisman asal Singapura, lanjut Made, perjalanan yang dilakukan bersifat short trip. Hal serupa juga dilakukan ketika wisman Singapura berkunjung ke Malaysia.

Made menambahkan, wisman asal China disebut masih memilih Bali sebagai destinasi tujuan. Namun belakangan, Jawa Timur, Labuan Bajo, Lombok, dan Manado, dan Batam, juga tercatat mulai naik daun.

"Jadi kami senangnya adalah perkembangan dua tahun terakhir ini diversifikasinya sudah terjadi. Kalau dulu kan semuanya (berkunjung ke) Bali ya. Nah, sekarang itu terjadi," ujar Made.

Jadi, sambungnya, setelah wisman datang ke Jakarta, mereka kemudian berkeliling ke destinasi sekitar.

Begitu pula ketika wisman berkunjung ke Bali, ungkap Made, mereka juga berkunjung ke destinasi lain.

"Jadi bukan hanya stay di Bali. Bali ini bukan hanya sebagai destinasi, tapi juga hub untuk ke wilayah Indonesia yang lainnya, itu sudah terjadi," tutur Made.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang