Minyak Kotor Jadi Jernih Lagi, Cukup Pakai Bahan Dapur Murah Ini
Minyak goreng yang berubah warna dan berbau biasanya langsung dibuang, padahal masih bisa diselamatkan jika kondisinya belum rusak. Menjernihkan minyak bekas bukan sekadar hemat, tetapi juga mengurangi limbah dapur.
Dikutip dari buku “Berbagai Macam Tips Seputar Minyak Goreng” (2024) karya Erlita Mega, ada beberapa bahan sederhana yang bisa digunakan untuk mengikat kotoran dan menghilangkan bau pada minyak.
Dalam artikel ini kamu akan menemukan bahan yang digunakan, cara penerapannya, dan langkah ampuh agar minyak kembali terlihat layak dipakai.
Gunakan Nasi Putih
Nasi mampu menyerap partikel sisa makanan dan kotoran kecil dalam minyak. Cara penggunaannya sederhana:
- Biarkan minyak bekas hingga hangat (tidak terlalu panas).
- Ambil segenggam nasi putih lalu kepalkan hingga padat.
- Masukkan ke minyak, gulingkan secara perlahan.
Kotoran dalam minyak akan menempel pada nasi sehingga minyak tampak lebih jernih.
Kentang mengandung pati tinggi yang mampu membantu memudarkan noda maupun bekas jerawat di wajah.
Manfaatkan Irisan Kentang
Kentang yang direndam dalam minyak panas efektif menangkap remah sisa gorengan.
- Kupas kentang tipis-tipis.
- Masukkan ke dalam minyak panas.
- Aduk sesekali agar partikel kotoran menempel pada permukaan kentang.
Pastikan kentang tidak gosong, supaya warna minyak tidak berubah gelap.
Ilustrasi manfaat dari kulit pisang
Saring Minyak dengan Kulit Pisang
Ini metode yang banyak tidak diketahui orang. Kulit pisang bekerja sebagai penyaring alami.
- Iris tipis kulit pisang.
- Letakkan irisan tersebut di atas saringan minyak.
- Tuangkan minyak melalui saringan tersebut.
Hasilnya, minyak yang menetes akan jauh lebih jernih.
Hilangkan Bau Tengik dengan Serai
Selain keruh, minyak bekas biasanya menyisakan aroma tidak sedap.
- Panaskan minyak dalam kondisi api sudah dimatikan.
- Masukkan dua batang serai yang sudah dimemarkan.
- Rendam selama dua jam.
Serai membantu mengusir bau dan memberi aroma segar pada minyak.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang