Banjir di Aceh hingga Sumut, BNPB Ingatkan Dampak Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B

BNPB, bencana alam, bencana di sumatera, Banjir di Aceh hingga Sumut, BNPB Ingatkan Dampak Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B, Banjir di Kota Langsa, Aceh: 420 Warga Terdampak, Banjir dan Tanah Longsor di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, 1.902 Rumah Terdampak Longsor dan Banjir di Tapanuli, Cuaca Ekstrem Dipicu Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan terkini sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi basah yang terjadi di Indonesia dalam periode Selasa (25/11/2025) hingga Rabu (26/11/2025) pukul 07.00 WIB.

Berdasarkan data resmi, bencana berupa banjir dan tanah longsor mendominasi dampak cuaca ekstrem di beberapa wilayah.

Laporan ini dihimpun dari aparat daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di berbagai provinsi. BNPB menegaskan bahwa meningkatnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir berkaitan dengan pengaruh Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B yang memicu potensi cuaca ekstrem.

Banjir di Kota Langsa, Aceh: 420 Warga Terdampak

Peristiwa pertama terjadi di Kota Langsa, Aceh, di mana hujan berintensitas tinggi memicu banjir pada Selasa (25/11) pukul 10.20 WIB. Banjir merendam Gampong Paya Bujok Seulemak, Kecamatan Langsa Baro.

BNPB mencatat 420 warga dari 150 kepala keluarga terdampak dengan ketinggian air 20–40 sentimeter. BPBD Kota Langsa masih melakukan penanganan dan pendataan di lapangan.

Bencana berikutnya terjadi di dua wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yakni Nagari Kampung Tengah di Kecamatan Lubuk Basung dan Nagari Bawan di Kecamatan Ampek Nagari.

Hujan deras pada Selasa sore (25/11) menyebabkan banjir yang berdampak pada 42 kepala keluarga atau 143 jiwa, serta 21 unit rumah.

BPBD Kabupaten Agam bersama unsur terkait terus melakukan penanganan terhadap lokasi terdampak.

Banjir dan Tanah Longsor di Tapanuli Utara, Sumatera Utara

Beralih ke wilayah Sumatera Utara, bencana banjir dan tanah longsor terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara pada Selasa (25/11). Sebanyak 50 unit rumah terdampak, berada di Desa Simangumban Julu, Kecamatan Simangumban, serta Desa Siopat Bahal, Kecamatan Purbatua.

Tak hanya itu, dua jembatan penghubung dilaporkan rusak dan tidak bisa dilalui warga. BPBD Tapanuli Utara langsung melakukan asesmen dan penanganan di lokasi.

Bencana banjir juga melanda Kota Padang Sidempuan pada Selasa (25/11) pagi. Hasil kaji cepat menunjukkan sekitar 220 jiwa terdampak, dengan 17 unit rumah terendam banjir.

Satu warga dilaporkan hilang setelah hanyut terbawa arus sungai di Kelurahan Hamopan Sibatu, Kecamatan Padang Sidempuan Selatan. Tim gabungan bersama BPBD masih melakukan operasi pencarian hingga siang hari.

1.902 Rumah Terdampak Longsor dan Banjir di Tapanuli

Wilayah Tapanuli Tengah juga terdampak bencana hidrometeorologi basah. Hujan berintensitas tinggi pada Selasa (25/11) memicu tanah longsor dan banjir di sembilan kecamatan, yakni:

  • Pandan
  • Sarudik
  • Badiri
  • Kolang
  • Tukka
  • Lumut
  • Barus
  • Sorkam
  • Pinangsori

Sebanyak 1.902 rumah dan 1.902 kepala keluarga terdampak. Tim gabungan BPBD Tapanuli Tengah tengah melakukan pembersihan material longsor, pemantauan situasi, serta penyaluran bantuan permakanan bagi warga.

Cuaca Ekstrem Dipicu Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B

BNPB mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang dipicu perkembangan Siklon Tropis KOTO di Laut Sulu dan Bibit Siklon 95B di Selat Malaka.

Bibit Siklon 95B berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat di:

  • Aceh
  • Sumatera Utara
  • Sumatera Barat
  • Riau
  • Wilayah Aceh dan Sumatera Utara turut berisiko mengalami angin kencang.
  • Sementara itu, Siklon Tropis KOTO dapat menyebabkan hujan sedang hingga lebat di:
  • Kalimantan Barat
  • Kepulauan Riau

Siklon ini juga memicu gelombang tinggi 1,25–2,5 meter di perairan:

  • Sangihe–Talaud
  • Laut Sulawesi
  • Laut Maluku
  • Perairan Halmahera
  • Papua Barat Daya hingga Papua
  • Samudra Pasifik utara Maluku–Papua

BMKG merilis potensi cuaca ekstrem tersebut untuk periode 25 November 2025 pukul 19.00 WIB hingga 26 November 2025 pukul 19.00 WIB.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., menegaskan pentingnya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana yang masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

“Kami mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi basah yang dipicu Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B,” ujar Abdul Muhari.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang