Viral Kemunculan Gelembung Gas Dari Endapan Lumpur di Nangan Raya Aceh Pasca Banjir

Viral kemunculan gelembung gas pasca banjir Aceh
Viral kemunculan gelembung gas pasca banjir Aceh

 Pengguna media sosial dihebohkan dengan kemunculan gelembung gas yang keluar  dari dalam tanah di Dusun Pulo Raya, Gampong Desa Gunong Cut, Kabupaten Nangan Raya, Aceh. Gelembung gas itu muncul pasca banjir bandang yang melanda wilayah Aceh akhir November lalu.

Dalam sebuah video yang dibagikan oleh pengguna TikTok @znlabdn011 awalnya terlihat air di endapan lumpur seperti mendidih, namun setelah diamati lebih dekat ternyata itu seperti gelembung gas. Masyarakat setempat terlihat melakukan eksperimen.

Dalam rekaman itu, seorang pria mencoba untuk menaruh satu kaleng yang telah dilubangi bagian atasnya di area gelembung gas tersebut. Dia kemudian menaruh satu daun kering di atasnya dan nampak daun tersebut langsung terbakar. Pria itu kembali melakukan aksi serupa hingga dua kali , dalam percobaan kedua terlihat api menyambar cukup besar pada daun kering tersebut.

Terlihat juga bahwa bukan hanya satu titik saja, dilaporkan hingga Selasa kemarin tercatat ada lebih dari 20 titik gelembung gas yang ada di lokasi tersebut.

Video TikTok: https://www.tiktok.com/@znlabdn011/video/7591...

Badan Pengelola Migas Aceh, Turun ke Lokasi

Sementara itu, dalam akun TikTok resmi Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, Selasa 6 Januari 2026, pihak dari Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) juga telah meninjau lokasi. BPMA bersama Tim Energi Sumber Daya Mineral Aceh menyelidiki gelembung gas untuk mengetahui apakah gelembung gas mengandung zat berbahaya atau tidak.

“Kita sudah cek melalui multi gas detector tidak terdapat adanya H2S (Hidrogen Sulfida). Tapi kita akan segera tindak lanjuti untuk memeriksa secara menyeluruh apakah pelamparan ini benar gas rawa atau memang ada potensi gas di sini,” kepala Badan Pengelola Migas Aceh, Nasri Djalal, dikutip dari tayangan YouTube.

Nasri juga menyebut bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan lanjutan menggunakan alat khusus untuk mengetahui komposisi gas yang ada di lokasi tersebut.

“Nanti kita akan mengecek melalui komposis gas yang ada. Nah nanti pakai alat untuk melihat komposisi gas yang ada dan biasanya gas rawa volumenya dangkal dan tidak ekonomis,” kata dia.

Sementara itu, bupat Nagan menghimbau masyarakat agar sementara waktu tidak beraktivitas  di sekitar lokasi gelembung gas. Pemerintah kabupaten masih menunggu hasil pemeriksaan menyeluruh terkait kemunculan gas ini.