BNPB: 28 Starlink dan 33 Genset untuk Pulihkan Akses Komunikasi di Aceh dan Sumut
Pemulihan akses komunikasi menjadi salah satu prioritas dalam penanganan darurat bencana di Sumatera oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto telah menginstruksikan jajarannya mempercepat penanganan darurat bencana di Sumatera.
Instruksi itu ia sampaikan dalam rapat koordinasi di Tapanuli Utara pada Sabtu (29/11/2025) ketika cuaca di sejumlah wilayah terdampak mulai membaik, sehingga operasi lapangan bisa dimaksimalkan.
Dalam rilis yang dikutip Kompas.com, Sabtu (29/11/2025), Suharyanto menegaskan tiga prioritas pada fase darurat bencana di Sumatera, yaitu operasi pencarian dan penyelamatan korban, pemulihan akses komunikasi, serta distribusi logistik ke warga terdampak.
Pemulihan jaringan komunikasi Aceh-Sumut
BNPB mengalokasikan 28 unit Starlink dan 33 genset sebagai langkah cepat pemulihan akses komunikasi di Aceh dan Sumatera Utara yang terdampak banjir dan tanah longsor.
Pengerahan perangkat komunikasi satelit dilakukan karena sejumlah titik bencana mengalami gangguan sinyal, sementara pemadaman listrik membuat jaringan seluler tidak berfungsi normal.
Starlink dan genset diprioritaskan membantu konektivitas tim SAR, pemerintah daerah, dan warga agar koordinasi penanganan darurat bencana di Sumatera tetap berjalan.
Sumatera Utara: starlink disalurkan ke titik bencana
Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto sebut banyak kendaraan dan pengemudi terjebak longsor di Tapanuli Utara-Tapanuli Selatan, Sumut.
Di Sumatera Utara, unit Starlink didorong masuk ke wilayah terdampak, seperti Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, dan Tapanuli Selatan sebagai bagian dari pemulihan layanan dasar.
Langkah ini berjalan seiring operasi SAR yang difokuskan di Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan karena masih ada warga yang dilaporkan hilang.
Distribusi logistik juga dipercepat ke wilayah terisolasi, termasuk Tapanuli Tengah, melalui dukungan helikopter MI-17 dan dua helikopter lain.
Akses darat Tarutung-Sibolga masih tertutup material longsor, sehingga pengiriman bantuan dikoordinasikan lewat jalur laut melalui Pelabuhan Jago-jago dengan dukungan kapal TNI AL.
Aceh: genset dan starlink jadi penopang komunikasi di lapangan
Di Aceh, tim BNPB yang dipimpin oleh Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Jarwansyah memperkuat penanganan darurat bencana di Sumatera lewat dukungan logistik dan operasional sejak Kamis (27/11/2025) setelah dampak banjir dan longsor meluas ke sejumlah kabupaten.
Berdasarkan laporan tim BNPB Aceh, akses darat di lima kabupaten, seperti Aceh Tenggara, Gayo Luwes, Aceh Besar, Aceh Barat, dan Pidie Jaya, sudah dapat diakses kembali mulai tadi Jumat (28/11/2025) malam.
Wilayah yang belum dapat dijangkau melalui akses darat, seperti di Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Langsa, dan Aceh Timur.
Untuk wilayah yang belum dijangkau akses daratnya, BNPB menggunakan jalur udara untuk menyalurkan logistik.
Ada tujuh armada dikerahkan, yaitu satu pesawat caravan dan enam helikopter (tiga helikopter TNI AD, AU, dan Al serta 3 helikopter BNPB).
Selain helikopter, BNPB juga menyiagakan kapal cepat untuk pengangkutan logistik khususnya di wilayah Lhokseumawe.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang