Akses Terputus Akibat Longsor di Sumut, BNPB Kerahkan Alat Berat dan Armada Udara

— Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sejumlah akses transportasi di wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara (Sumut) mengalami kerusakan parah akibat longsor dan banjir yang melanda sejak Selasa (25/11/2025).
Jalur nasional Sibolga–Padang Sidempuan dan Sibolga–Tarutung terputus total karena tertimbun material longsor.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan pembukaan akses darat di kedua jalur utama tersebut membutuhkan waktu lebih lama mengingat banyaknya titik yang tertutup longsor.
“Untuk akses transportasi Sibolga–Padang Sidempuan sudah kami kerjakan pembukaannya hingga sore hari ini dan seterusnya,” ujar Suharyanto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.
Selain jalur nasional, sedikitnya dua jembatan di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah ikut terputus, yakni Jembatan Pandan dan jembatan di ruas Sibolga–Manduamas. Kerusakan ini menyebabkan arus bantuan terhambat dan evakuasi warga harus menggunakan jalur alternatif.
BNPB menyebutkan sejumlah jalur kabupaten di beberapa kecamatan masih belum dapat dilalui karena medan berat dan cuaca berubah-ubah yang menyulitkan operasi alat berat.
Di Mandailing Natal, kondisi lebih berat. Sedikitnya tujuh wilayah masih terisolir, dengan beberapa desa hanya dapat dijangkau menggunakan helikopter atau setelah alat berat berhasil membersihkan longsor.
BNPB Kerahkan Lima Helikopter, Alat Berat, dan Cessna
Untuk mempercepat distribusi logistik, BNPB mengerahkan lima helikopter perbantuan yang ditempatkan di Bandara Silangit, Tapanuli Tengah. Armada udara tersebut terdiri dari:
- Helikopter BNPB
- Helikopter TNI AD Bell 412EPI
- Helikopter MI-17V5
- Helikopter milik pihak swasta
Selain itu, pesawat Cessna Caravan juga digunakan untuk mengirimkan logistik dan personel ke wilayah yang masih memungkinkan dijangkau melalui udara.
“Sibolga sebenarnya sudah dapat kami jangkau lewat udara untuk distribusi logistik, meskipun jalur darat belum tembus,” ujar Suharyanto.
Ia menegaskan bahwa pembukaan akses darat dilakukan paralel dengan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) di wilayah Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.
TNI AL Kerahkan Kapal Perang dan Kapal Rumah Sakit
Selain BNPB, dukungan besar datang dari TNI Angkatan Laut (TNI AL). Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal), Laksamana Pertama Tunggul, mengatakan TNI AL mengerahkan dua kapal rumah sakit dan beberapa Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) untuk membawa logistik, tenaga medis, dan tim penyelamat ke Aceh, Sumut, dan Sumbar.
kapal tersebut antara lain:
Dua Kapal Rumah Sakit
1. KRI dr. Soeharso-990 (SHS)
2. KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 (RJW)
Tiga Kapal Perang untuk Bantuan Logistik
1. KRI Teluk Gilimanuk-531 (TGK)
2. KRI Semarang-594 (SMR)
3. KRI Sutedi Senaputra-378 (SSA)
Menurut Tunggul, kapal-kapal tersebut bergerak pada Minggu, 30 November 2025 dari sejumlah pelabuhan:
- KRI dr. Soeharso-990 berangkat dari Jakarta menuju Kota Langsa, Aceh
- KRI Teluk Gilimanuk-531 berangkat dari Jakarta menuju Lhokseumawe, Aceh
- KRI Semarang-594 berangkat dari Jakarta menuju Pulau Nias, Sumut
- KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 berangkat dari Surabaya menuju Sibolga
- KRI Sutedi Senaputra-378 dari Belawan menuju Langsa
“Hari ini kapal dari Jakarta pemberangkatan dari Kolinlamil,” kata Tunggul saat dihubungi Tribunnews.com, Minggu.
Bawa Bantuan Pangan, Obat, Tabung Oksigen, hingga Medis
Tunggul menjelaskan seluruh KRI mengangkut bahan makanan, minuman, obat-obatan, pakaian, hingga tabung oksigen. Embarkasi logistik dikoordinasikan oleh Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I, II, dan III.
TNI AL memfokuskan pengiriman kapal rumah sakit karena kapal tersebut dilengkapi tenaga medis dan fasilitas kesehatan lengkap.
KRI dr. Soeharso-990
- Mengangkut 9 personel medis
- Ditambah 80 personel Batalyon Kesehatan Marinir (Yonkes)
- Membawa satu set Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap) lengkap tenda, velbed, dan ambulans
KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992
- Membawa 11 personel medis
- Dilengkapi ambulans dan tabung oksigen dalam jumlah besar
- Selain logistik, beberapa kapal TNI AL juga membawa:
- Tim Satkopaska
- Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair)
- Lima helikopter untuk pengintaian udara, evakuasi, dan distribusi bantuan cepat
“TNI AL juga telah mengantisipasi pengerahan pasukan tambahan ke lokasi bencana dengan mengerahkan personel dan material dari Yonmarhanlan di masing-masing Kodaeral,” kata Tunggul.
Ia menambahkan, kehadiran TNI AL dalam operasi kemanusiaan ini sejalan dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali.
“Penyaluran bantuan ini diharapkan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama pada kondisi kedaruratan bencana alam,” ujarnya.
Ratusan Warga Meninggal, Ribuan Terdampak
Hingga Minggu (30/11/2025), tercatat ratusan warga meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Sementara itu, ribuan warga lainnya terdampak, sebagian masih mengungsi karena rumah rusak dan akses terputus.
Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap puluhan korban hilang, sementara bantuan logistik dari pemerintah dan berbagai lembaga terus mengalir ke titik bencana.
Sejumlah pejabat pemerintah juga telah meninjau lokasi terdampak dan bertemu para pengungsi untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang