Harapan Baru Hadir untuk Anak-anak Korban Banjir di Kabupaten Aceh Tamiang

Ilustrasi Banjir Sumatera
Ilustrasi Banjir Sumatera

Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu daerah yang terdampak akibat banjir bandang Aceh pad akhir November 2025 lalu. Banjir tersebut diketahui melumpuhkan 12 kecamatan dan merusak 58 ribu bangunan.

Banjir tersebut juga diketahui merusak ratusan bangunan sekolah di sana. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang, Sepriyanto di Aceh Tamiang, Sabtu pekan lalu mengatakan kerusakan ratusan bangunan sekolah berbagai jenjang tersebut terdiri rusak ringan, sedang, dan berat.

"Berdasarkan data sementara yang kami himpun, total sekolah yang terdampak banjir mencapai 439 sekolah. Ratusan bangunan sekolah itu ada yang rusak ringan, sedang, maupun berat," katanya.

Sepriyanto merincikan bangunan sekolah yang rusak tersebut terdiri sebanyak 73 unit rusak berat, 306 bangunan sekolah mengalami rusak sedang dan sebanyak 60 sekolah mengalami rusak ringan.

Sedangkan jenis kerusakan bangunan sekolah bervariasi, paling banyak ditemukan meliputi ruang kelas terendam lumpur dan tertimbun tumpukan kayu gelondongan.

Selain itu, ada juga kerusakan plafon dan dinding rusak, lantai sekolah tergerus air, hingga fasilitas penunjang seperti meja, kursi, buku pelajaran, serta peralatan laboratorium yang tidak bisa digunakan.

Melihat hal tersebut, Super Indo berkolaborasi dengan Save the Children membantu mengembalikan akses belajar bagi anak-anak di kabupaten Aceh Tamiang dan Tapanuli Tengah yang berada dalam masa pemulihan pascabencana.

Melalui program 'Pulihkan Sekolah, Wujudkan Harapan', perusahaan ritel modern yang bergerak di bidang penjualan kebutuhan sehari-hari ini memberi bantuan pembangunan tiga sekolah sementara yang dilengkapi toilet dan alat belajar mengajar ). Fasilitas ini bertujuan memastikan keberlanjutan proses belajar mengajar dengan menyediakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi anak-anak terdampak. Selain dukungan infrastruktur pendidikan, sebanyak 400 paket back to school berupa alat belajar dan alat sholat juga akan diberikan sebagai bentuk dukungan moral dan sosial selama bulan suci.

Press conference

Press conference

CEO Save the Childern Indonesia, Dessy Kurwiany mengungkap di tengah situasi di mana ribuan sekolah terdampak bencana di Sumatra, memastikan anak-anak bisa kembali belajar dengan aman bukanlah pilihan, ini adalah keharusan. Dukungan yang diberikan dalam menghadirkan tiga ruang belajar sementara yang aman dan fasilitas sanitasi yang layak di sekolah-sekolah terdampak di Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Tapanuli Tengah merupakan langkah konkret yang berdampak langsung bagi ratusan anak.

“Selain itu, dukungan paket Ramadan bagi 400 anak turut menghadirkan kepedulian dan kehangatan di tengah masa pemulihan yang tidak mudah. Ini bukan sekadar pembangunan fisik atau bantuan sesaat, tetapi tentang memulihkan harapan, rasa aman, dan masa depan mereka. Kami percaya kolaborasi lintas sektor seperti ini adalah kunci untuk mempercepat pemulihan dan memastikan tidak ada anak yang tertinggal setelah bencana,” kata dia.

Selain fokus pada pendidikan, pihaknya juga menjalankan inisiatif kebersihan rumah ibadah melalui program “Satu Toko, Satu Masjid” bekerja sama dengan Unilever melalui merek Wipol.

Program ini mencakup distribusi 600 paket produk kebersihan dan higienitas serta materi edukasi ke 280 masjid di berbagai wilayah operasional super market tersebut. Setiap gerai berpartisipasi dalam mendukung satu masjid di area sekitarnya, dengan skema distribusi terintegrasi melalui Distribution Center (DC) dan jaringan gerai untuk memastikan penyaluran berjalan efektif dan merata. Paket yang didistribusikan berisi produk dan alat kebersihan yang mendukung terciptanya lingkungan ibadah yang bersih dan sehat selama Ramadan.

”Aksi sosial yang digulirkan selama bulan suci Ramadan ini, kami rancang dengan pendekatan kolaboratif melibatkan mitra terpercaya yang memiliki semangat dan kepedulian yang sama dengan kami. Setiap inisiatif memiliki skema yang terstruktur dan terukur agar dampaknya optimal serta tepat sasaran,” kata General Manager Corporate Affairs & Strategic Event Management Super Indo, Yuvlinda Susanta.