Update Dampak Siklon Tropis Bakung, Bibit 93S, dan 95S di Indonesia per 17 Desember 2025

Siklon Tropis, BMKG, Siklon Tropis Bakung, Update Dampak Siklon Tropis Bakung, Bibit 93S, dan 95S di Indonesia per 17 Desember 2025, Perkembangan Siklon Tropis Bakung, Dampak Siklon Tropis Bakung, Perkembangan Bibit Siklon Tropis 93S, Dampak Bibit Siklon Tropis 93S, Perkembangan Bibit Siklon Tropis 95S, Dampak Bibit Siklon Tropis 95S, Imbauan BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan pembaruan terkait perkembangan tiga sistem badai tropis yang berpotensi memengaruhi cuaca ekstrem di Indonesia.

Pemantauan dilakukan hingga 17 Desember 2025 pukul 13.00 WIB terhadap Siklon Tropis Bakung, Bibit Siklon Tropis 93S, dan Bibit Siklon Tropis 95S.

Ketiga sistem tersebut terdeteksi aktif di wilayah Samudra Hindia dan Laut Arafura dengan karakteristik dan potensi dampak yang berbeda.

Dilansir dari Kompas.tv, BMKG meminta masyarakat mencermati potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi sebagai dampak tidak langsung dari sistem tersebut.

Perkembangan Siklon Tropis Bakung

Siklon Tropis Bakung terbentuk dari bibit 91S pada 12 Desember 2025 pukul 19.00 WIB dan saat ini terpantau berada di Samudra Hindia barat daya Lampung.

Posisi pusat siklon berada di koordinat 11,2° Lintang Selatan dan 92,9° Bujur Timur.

BMKG mencatat Siklon Tropis Bakung telah mencapai kategori 2 dengan kecepatan angin maksimum 50 knot atau sekitar 95 kilometer per jam. Tekanan udara minimum sistem ini tercatat sebesar 989 hPa.

Dalam 24 jam ke depan, intensitas Siklon Tropis Bakung diprakirakan melemah dan turun ke kategori rendah atau low.

Dampak Siklon Tropis Bakung

Dampak tidak langsung dari Siklon Tropis Bakung berupa gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter atau kategori moderate sea.

Kondisi tersebut berpotensi terjadi di Samudra Hindia bagian barat Kepulauan Mentawai hingga perairan Lampung, serta Selat Sunda bagian selatan.

Perkembangan Bibit Siklon Tropis 93S

Bibit Siklon Tropis 93S mulai terpantau sejak 11 Desember 2025 pukul 07.00 WIB.

Saat ini, sistem tersebut berada di Samudra Hindia selatan Jawa Timur pada koordinat 11,9° Lintang Selatan dan 113,2° Bujur Timur.

Kecepatan angin maksimum Bibit 93S mencapai 35 knot atau sekitar 65 kilometer per jam, dengan tekanan udara minimum sekitar 999 hPa.

BMKG menilai peluang Bibit Siklon Tropis 93S untuk berkembang menjadi siklon tropis berada pada kategori sedang hingga tinggi dalam 24 jam ke depan.

Dampak Bibit Siklon Tropis 93S

BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat bagian selatan, serta Nusa Tenggara Timur bagian barat.

Selain hujan, angin kencang berpotensi terjadi di sepanjang pesisir selatan Jawa Barat hingga Bali.

Gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter juga diprakirakan terjadi di Samudra Hindia selatan Banten hingga perairan Pulau Sumba.

Perkembangan Bibit Siklon Tropis 95S

Bibit Siklon Tropis 95S terpantau aktif sejak 15 Desember 2025 pukul 07.00 WIB.

Sistem ini berada di sekitar Laut Arafura bagian selatan, dekat Kepulauan Aru, Maluku.

BMKG menyebut peluang Bibit 95S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan masih tergolong rendah.

Dampak Bibit Siklon Tropis 95S

Bibit Siklon Tropis 95S berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Papua Selatan.

Sementara itu, hujan lebat hingga sangat lebat diprakirakan terjadi di wilayah Maluku bagian selatan dan tenggara.

Angin kencang berpotensi melanda Maluku bagian tenggara serta Papua bagian selatan.

Gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter diperkirakan terjadi di Laut Banda, perairan Kepulauan Kai dan Aru, serta perairan Papua Selatan.

Imbauan BMKG

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir, kepulauan, serta daerah rawan banjir dan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan.

Aktivitas pelayaran, wisata bahari, dan nelayan tradisional juga diminta lebih berhati-hati terhadap potensi angin kencang dan gelombang tinggi.

Informasi dan pembaruan prakiraan cuaca harian dapat diakses melalui laman resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial resmi @infoBMKG.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang