BMKG: Dampak Siklon Ragasa Picu Hujan di Barat dan Selatan Aceh

BMKG, Laut cina selatan, Siklon Ragasa 2025, Siklon Ragasa, BMKG: Dampak Siklon Ragasa Picu Hujan di Barat dan Selatan Aceh

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan dampak dari Siklon Ragasa yang berada di Laut Cina Selatan memicu hujan berintensitas ringan hingga sedang di wilayah pantai barat daya dan selatan Aceh.

“Meski tidak merata, namun curah hujan yang terjadi ini dapat menyebabkan terganggunya aktivitas masyarakat,” ujar Prakirawan Stasiun BMKG Meulaboh-Nagan Raya, Rijal Sains Fikri, kepada ANTARA, Rabu (24/9/2025).

BMKG menyebut hujan akibat dampak siklon ini berpotensi menimbulkan genangan di beberapa titik serta mengganggu mobilitas masyarakat, terutama di daerah pesisir yang terdampak langsung angin laut.

Ragasa, Topan Super Kategori 5 yang Picu Dampak Luas

Diketahui, Ragasa adalah nama sebuah Topan Super (Super Typhoon) yang sangat kuat dan dikategorikan sebagai salah satu badai terkuat di dunia pada tahun 2025. Badai ini mencapai intensitas Kategori 5 dalam skala Saffir-Simpson.

Topan Ragasa terbentuk di Samudra Pasifik barat dan sebelumnya telah menimbulkan kerusakan signifikan, banjir, serta korban jiwa di Filipina, Taiwan, Hong Kong, dan Tiongkok.

Kini, dampaknya mulai terasa di wilayah sekitar Laut Cina Selatan, termasuk memicu hujan ringan hingga sedang di Aceh.

BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi

Menurut Rijal Sains Fikri, hujan yang dipicu dampak Siklon Ragasa di Aceh dapat disertai petir dan angin kencang, terutama pada sore hingga malam hari di pesisir barat dan selatan.

Fenomena ini perlu diwaspadai karena berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.

BMKG mengimbau masyarakat tetap siaga terhadap kemungkinan banjir dan tanah longsor akibat curah hujan yang meningkat.

Warga juga diminta untuk tidak berteduh di bawah pohon saat hujan deras demi menghindari bahaya sambaran petir.

“Waspadai potensi hujan disertai petir dan angin kencang, karena dapat memicu terjadinya bencana alam,” tegas Rijal.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.