BMKG Yogyakarta Jelaskan Dampak Siklon Tropis Grant ke Perairan DIY
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait Siklon Tropis Grant yang berpotensi menimbulkan dampak tidak langsung di perairan Indonesia.
Sistem siklon tersebut terpantau berada di Samudra Hindia sebelah selatan Bengkulu.
BMKG menyebut dampak yang perlu diwaspadai terutama berupa peningkatan tinggi gelombang laut.
Wilayah perairan selatan Jawa, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), turut masuk dalam area pemantauan.
BMKG Stasiun Klimatologi D.I. Yogyakarta juga menjelaskan kondisi terbaru terkait pengaruh Siklon Tropis Grant terhadap perairan di wilayah selatan DIY.
Apa Itu Siklon Tropis Grant?
Siklon Tropis Grant merupakan sistem badai tropis yang terbentuk di atas perairan hangat Samudra Hindia. Sistem ini berkembang dari Bibit Siklon 93S yang sebelumnya telah dipantau oleh BMKG.
Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Bhakti Wira Kusumah, menjelaskan proses terbentuknya Siklon Tropis Grant berdasarkan pemantauan pusat peringatan siklon tropis.
“Berdasarkan informasi yang dirilis dari TCWC Jakarta, Siklon Tropis Grant berkembang dari Bibit Siklon Tropis 93S yang tumbuh sejak 11 Desember 2025 pukul 07.00 WIB di Samudra Hindia selatan Jawa Timur dan mencapai intensitas siklon tropis pada 23 Desember 2025 pukul 07.00 WIB,” jelas Bhakti saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan singkat, Selasa (23/12/2025).
Ia menambahkan, meski terpantau oleh Indonesia, sistem tersebut masih berada dalam wilayah pemantauan khusus.
“Wilayah TC Grant masih termasuk Wilayah Area of Monitoring (AOM) dari TCWC Jakarta sedangkan wilayahnya merupakan area tanggung jawab dari TCWC Perth,” sambungnya.
Bhakti menjelaskan perubahan status bibit siklon menjadi siklon tropis dipengaruhi oleh kecepatan angin.
“Bibit Siklon Tropis 93S menjadi Siklon Tropis Grant karena kecepatan angin telah mencapai 35 knot sebagai salah satu syarat terbentuknya siklon tropis,” jelasnya.
Dampak Siklon Tropis Grant ke Perairan Selatan DIY
BMKG menyampaikan bahwa Siklon Tropis Grant saat ini berada di Samudra Hindia selatan Bengkulu.
Pemantauan dilakukan secara intensif untuk melihat potensi dampak tidak langsung yang bisa dirasakan di wilayah perairan Indonesia.
Terkait dampaknya, BMKG menyebut wilayah perairan selatan Jawa mengalami pengaruh tidak langsung dari sistem siklon tersebut.
Dampak tersebut terutama berupa peningkatan tinggi gelombang laut dengan kategori sedang.
“Berdasarkan pantauan TCWC Jakarta wilayah wilayah Perairan Selatan Jawa terpengaruh dampak tidak langsung berupa gelombang kategori sedang (1.25 - 2.5 meter) sehingga tidak berpengaruh signifikan terhadap gelombang di Perairan DIY,” jelasnya.
BMKG juga mencatat arah pergerakan Siklon Tropis Grant yang cenderung menjauhi Indonesia.
“Selain itu pergerakan Siklon Tropis Grant yang ke arah Barat, perlahan bergerak menjauhi wilayah Indonesia,” pungkasnya.
Imbauan BMKG kepada Masyarakat
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan selama periode peringatan berlangsung.
Pemantauan informasi cuaca dan peringatan dini dinilai penting guna meminimalkan potensi risiko akibat dampak tidak langsung Siklon Tropis Grant.
Informasi terkini mengenai perkembangan Siklon Tropis Grant dapat diakses melalui situs resmi BMKG.
Pergerakan sistem siklon dapat dipantau melalui laman pemantauan siklon tropis BMKG di tropicalcyclone.bmkg.go.id serta aplikasi Info BMKG.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang