BMKG Peringatkan Dampak Bibit Siklon Tropis 91S di Wilayah Sumut dan Sumbar, Lampung Ikut Terdampak
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi melanda sejumlah wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan.
Peringatan ini berkaitan dengan keberadaan Bibit Siklon Tropis 91S yang memengaruhi pembentukan awan hujan di barat Indonesia.
Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang masih dalam pemulihan pascabencana kembali berisiko terdampak hujan lebat.
Peringatan dini BMKG ini berlaku hingga Rabu, 10 Desember 2025 pukul 07.00 WIB.
Dampak Bibit Siklon Tropis 91S
Menurut analisis TCWC Jakarta, Selasa (9/12/2025), Bibit Siklon Tropis 91S terbentuk pada 7 Desember 2025 di Samudra Hindia barat daya Lampung.
Pusat sirkulasinya berada di sekitar 5.4°LS – 94.2°BT dengan kecepatan angin maksimum 20 knot atau 37 km/jam serta tekanan minimum 1008 hPa.
Meski demikian, peluang perkembangannya menjadi siklon tropis penuh dalam 24–72 jam masih kategori rendah.
Posisi bibit siklon dalam Area of Responsibility (AoR) TCWC Jakarta memicu peningkatan awan hujan di wilayah barat Indonesia.
Hujan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Lampung.
Selain hujan ekstrem, bibit siklon juga menimbulkan gelombang laut dengan ketinggian 1,25–2,5 meter atau kategori Moderate Sea.
Wilayah terdampak mencakup Samudra Hindia barat Kepulauan Nias hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, serta Selat Sunda bagian selatan.
Ancaman Bencana Susulan di Sumatera
Situasi ini menjadi perhatian serius karena Sumatera Utara dan Sumatera Barat masih dalam masa tanggap darurat banjir dan longsor.
Potensi hujan intens dikhawatirkan menghambat evakuasi, distribusi bantuan, dan pencarian korban hilang.
Di kawasan rawan, tanah yang sudah jenuh air meningkatkan risiko longsor susulan.
BMKG mengimbau warga tetap waspada terutama pada sore hingga malam hari yang berpotensi terjadi hujan lebat.
BPBD diminta meningkatkan kesiapsiagaan di titik kritis seperti bantaran sungai, lereng curam, dan permukiman terdampak banjir dan longsor.
Peringatan Keamanan Pelayaran
BMKG juga mengimbau nelayan, kapal kecil, dan operator transportasi laut untuk memperhatikan kondisi gelombang sebelum berlayar.
Kenaikan gelombang di Samudra Hindia dan Selat Sunda dapat membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG memastikan informasi terbaru terkait perkembangan Bibit Siklon Tropis 91S akan terus disampaikan melalui kanal resmi.
Masyarakat diminta mengikuti pembaruan informasi untuk mengurangi risiko tambahan di wilayah rentan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang