BNPB Kerahkan Operasi SAR 24 Jam di Sumut, Korban Meninggal Telah Capai 116
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara dilakukan nonstop selama 24 jam.
Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan bahwa operasi SAR 24 jam dipimpin Basarnas dengan dukungan TNI, Polri, serta relawan.
Operasi ini difokuskan di Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, serta Tapanuli Selatan.
Di Sibolga, tiga orang masih dalam pencarian. Sedangkan di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, jumlah korban belum didapat, masih terus didata seiring meluasnya area penyisiran tim gabungan.
Tim SAR tetap bergerak di tengah akses menuju beberapa titik terdampak masih terganggu longsor dan beberapa jalur komunikasi belum sepenuhnya pulih.
BNPB menyebut operasi SAR berjalan paralel dengan percepatan distribusi logistik bagi warga terdampak, terutama ke desa-desa yang masih terisolasi di Tapanuli Tengah.
17 serta dua helikopter pendukung disiagakan untuk mengirim bantuan makanan dan peralatan darurat melalui udara.
Saat ini, akses jalan Tarutung–Sibolga masih belum bisa dilalui karena beberapa titik tertutup material longsor, sehingga pengiriman logistik ke Sibolga dikoordinasikan lewat jalur laut melalui Pelabuhan Jago-jago dengan dukungan kapal TNI AL.
Data korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara
BNPB melaporkan hingga Jumat (28/11/2025), korban meninggal di Sumatera Utara mencapai 116 orang dan 42 orang masih dalam pencarian.
Sehingga, provinsi di Sumatera ini menjadi wilayah dengan korban terbanyak dibanding Aceh dan Sumatera Barat.
“Tentu data ini akan berkembang terus karena kami informasikan juga masih ada titik-titik yang belum bisa ditembus, yang masih dalam proses penanganan, yang diindikasikan di tempat-tempat longsoran yang belum bisa tembus itu mungkin juga ada korban jiwa manusia, sehingga setiap hari akan kami update,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers, yang dikutip Kontan, Jumat (28/11/2025).
Rincian korban meninggal tercatat sebagai berikut:
- Tapanuli Utara: 11 orang
- Tapanuli Tengah: 47 orang
- Tapanuli Selatan: 32 orang
- Kota Sibolga: 17 orang
- Humbang Hasundutan: 6 orang
- Kota Padangsidimpuan: 1 orang
- Pakpak Bharat: 2 orang
Untuk Mandailing Natal, BNPB sampai sekarang belum mendapatkan laporan ada yang meninggal.
"Prioritas utama tetap pada keselamatan warga dan percepatan pemulihan daerah terdampak," pungkasnya.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul “BNPB Laporkan Jumlah Korban Banjir Sumut : 116 Meninggal dan 42 Masih Hilang”
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang