Siklon Tropis IGGY Terpantau BMKG, Ini Wilayah Terdampak hingga 7 Januari 2026
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan Siklon Tropis IGGY di wilayah Samudra Hindia.
Siklon ini berkembang dari Bibit Siklon Tropis 90S yang pertama kali teridentifikasi pada 29 Desember 2025 di Samudra Hindia barat daya Lampung.
Saat ini, pusat Siklon Tropis IGGY berada di Samudra Hindia selatan Daerah Istimewa Yogyakarta.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi dampak tidak langsung meski siklon diprakirakan menjauh dari Indonesia.
Posisi dan Kekuatan Siklon Tropis IGGY
Melansir informasi dari akun Instagram resmi BMKG, @infobmkg, Siklon Tropis IGGY memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 40 knots atau sekitar 75 kilometer per jam.
Adapun tekanan udara minimum di pusat siklon tercatat sebesar 998 hPa.
BMKG memprakirakan Siklon Tropis IGGY akan mengalami pelemahan dengan arah pergerakan ke barat daya dan menjauhi wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan.
Meski demikian, potensi dampak tidak langsung masih perlu diantisipasi, terutama di wilayah pesisir dan perairan selatan Indonesia.
Dampak Tidak Langsung: Hujan Lebat dan Angin Kencang
BMKG menyebut, Siklon Tropis IGGY masih berpotensi memicu peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang.
Dampak ini diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah pesisir selatan Pulau Jawa.
Wilayah berpotensi hujan sedang hingga lebat:
- Pesisir selatan Banten
- Pesisir selatan Jawa Barat
- Pesisir selatan Jawa Tengah
- Pesisir selatan DI Yogyakarta
Potensi Gelombang Tinggi di Perairan Selatan
Selain hujan, BMKG juga mengeluarkan peringatan gelombang tinggi akibat pengaruh Siklon Tropis IGGY.
Gelombang tinggi 1,25–2,5 meter (Moderate Sea):
- Selat Sunda bagian selatan
- Perairan selatan Pulau Jawa hingga Lombok
- Selat Bali dan Selat Lombok bagian selatan
- Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Tengah
- Samudra Hindia selatan Bali hingga Nusa Tenggara Timur
Gelombang tinggi 2,5–4 meter (Rough Sea):
- Samudra Hindia selatan Jawa Timur
BMKG mengimbau nelayan dan pengguna jasa pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi tersebut.
Faktor Cuaca Lain yang Memicu Hujan Hingga 7 Januari 2026
BMKG menjelaskan, kondisi cuaca dalam sepekan ke depan tidak hanya dipengaruhi oleh Siklon Tropis IGGY.
Faktor lain yang turut berperan antara lain fenomena La Nina lemah, seruakan udara dingin (cold surge), serta aktivitas gelombang ekuator yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
Selain itu, keberadaan sirkulasi siklonik, suhu muka laut yang hangat, serta aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang ekuator di berbagai wilayah Indonesia turut memperkuat potensi hujan signifikan.
Prakiraan Cuaca 2–7 Januari 2026
BMKG mengingatkan potensi cuaca signifikan masih berlanjut hingga 7 Januari 2026 dengan sebaran wilayah sebagai berikut:
2 Januari 2026
lebat: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Bali, NTB, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Tengah
Hujan lebat–sangat lebat: Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat
3 Januari 2026
Hujan sedang–lebat: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Bali, NTB, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Tengah
Hujan lebat–sangat lebat: Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur
4 Januari 2026
Hujan sedang–lebat: Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Tengah
Hujan lebat–sangat lebat: Kalimantan Tengah
5 Januari 2026
Hujan sedang–lebat: Aceh, Sumatera Utara, Riau, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua, Papua Selatan, Papua Tengah
Hujan lebat–sangat lebat: Jawa Timur, Sulawesi Barat, Papua Pegunungan
6 Januari 2026
Hujan sedang–lebat: Aceh, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua, Papua Barat Daya, Papua Selatan
Hujan lebat–sangat lebat: Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua Tengah
7 Januari 2026
Hujan sedang–lebat: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua, Papua Barat Daya, Papua Selatan
Hujan lebat–sangat lebat: Sulawesi Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang