Banjir Bandang Tapanuli Tengah: Kepala Puskesmas Bingung karena Jenazah Korban Menumpuk

banjir bandang, Tapanuli Selatan, batang toru, banjir bandang sibolga tapteng, banjir bandang di sibolga, banjir di sibolga, Banjir Bandang Tapanuli Tengah: Kepala Puskesmas Bingung karena Jenazah Korban Menumpuk

Kepala Puskesmas Batangtoru, Tapanuli Selatan Erlida Batubara mengaku kebingungan mengenai nasib enam jenazah korban banjir bandang yang melanda wilayahnya.

Ia menjelaskan bahwa jenazah dari tiga desa sudah tiba di Puskesmas Batangtoru sejak Selasa (25/11/2025) pukul 09.00 WIB.

Namun hingga kini, belum ada satu pun keluarga korban yang datang untuk mengambil jenazah, sementara proses pemakaman harus dilakukan sesegera mungkin.

“Sampai sekarang sudah ada enam korban meninggal dunia. Korban ini dari Hutagodang dan Garoga,” ujar Erlia dikutip dari TribunMedan, Rabu (26/1/2025).

Menurut Erlida, kondisi menjadi semakin sulit karena jenazah tidak dapat disimpan terlalu lama.

“Sejak kemarin malam. Belum ada pihak keluarga yang datang. Jasadnya harus segera dikuburkan secepatnya, gak bisa lama-lama,” tambahnya.

Penyebab Proses Pemakaman Terkendala

Erlida menjelaskan bahwa proses pemakaman korban banjir bandang Tapanuli Tengah terhambat karena desa asal korban masih dalam kondisi rawan banjir susulan.

Desa Garoga dan Batu Godang, misalnya, dikelilingi aliran sungai yang memicu banjir bandang saat hujan deras.

Selain itu, hujan masih mengguyur kawasan Batangtoru sehingga situasi belum sepenuhnya aman.

“Pihak keluarga bingung. Mau ke mana dikuburkan? Sementara desa mereka sampai sekarang masih rawan banjir bandang susulan,” ujar Erlida.

Ia menyebutkan bahwa sejak malam sebelumnya belum ada keluarga korban yang datang, termasuk satu korban yang masih berusia enam tahun.

Erlida menambahkan bahwa dari enam korban tewas, lima di antaranya sudah teridentifikasi, yaitu:

  • Selvi (warga Garoga)
  • Ros Siregar
  • Tiormeli Manalu (warga Hutagadong)
  • Nuhafizah (warga Garoga)
  • Mister X (belum teridentifikasi)

Penyebab Banjir Bandang di Tapanuli Tengah dan Sekitarnya

Tapanuli Tengah bukan satu-satunya wilayah yang terdampak banjir bandang. Bencana serupa juga menerjang Sibolga, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan.

Banjir bandang terjadi akibat cuaca ekstrem yang mengguyur wilayah tersebut berturut-turut sejak Senin (24/11/2025) hingga Selasa (25/11/2025).

Selain menimbulkan korban jiwa, bencana ini juga merusak rumah warga, infrastruktur, serta mengganggu aktivitas masyarakat.

Laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB per Rabu (26/11), pukul 07.00 WIB, menyebutkan bahwa hujan deras selama lebih dari dua hari memicu banjir dan tanah longsor di beberapa titik.

Wilayah terdampak di Sibolga meliputi:

  • Kelurahan Angin Nauli, Kecamatan Sibolga Utara
  • Kelurahan Aek Muara Pinang dan Aek Habil, Kecamatan Sibolga Selatan
  • Kelurahan Pasar Belakang dan Pasar Baru, Kecamatan Sibolga Kota

Dari laporan visual, banjir mengalir deras, menghantam rumah warga, menyeret kendaraan, serta membawa material seperti lumpur, batang pohon, puing bangunan, hingga sampah rumah tangga.

"Sementara untuk tanah longsor, wilayah terdampak meliputi Kelurahan Angin Nauli, Simare-mare, Sibolga Hilir, Hutabarangan, Huta Tonga dan Sibual-buali di Kecamatan Sibolga Utara. Berikutnya Kelurahan Parombunan dan Aek Mani di Kecamatan Sibolga Selatan, Kelurahan Pancuran Bambu, Pancuran Dewa dan Pancuran Kerambil di Kecamatan Sibolga Sambas. Selanjutnya Kelurahan Pasar Belakang, Pasar Baru dan Pancuran Gerobak di Kecamatan Sibolga Kota," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (26/11/2025).

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang