Rumah Kepala Sekolah Brebes Hanyut Diterjang Banjir Bandang Selasa Malam

Rumah Faqih Maftuh, warga Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah hanyut diterjang banjir bandang pada Selasa (3/2/2026) malam.
"Rumah milik Pak Faqih, seorang kepala sekolah, terbawa arus Kali Keruh yang meluap," ujar aktivis lingkungan Brebes Selatan, Eka, Selasa malam.
Diketahui, pada Selasa malam, Kali Keruh meluap akibat hujan yang melanda wilayah tersebut sejak Selasa siang.
Selain menghanyutkan rumah warga, banjir dari Kali Keruh juga merendam sekolah MTs Assalafiyah Adisana Bumiayu.
Peristiwa ini terjadi hanya berselang satu pekan setelah bencana serupa menghantam wilayah yang sama pada akhir Januari lalu.
Bukan pertama kali terjadi
Banjir beberapa kali melanda Kecamatan Bumiayu.
Diberitakan sebelumnya, pada akhir Januari lalu, banjir bandang juga melanda wilayah tersebut.
Di banjir akhir bulan kemarin dilaporkan sejumlah rumah hilang terbawa arus.
Setelah banjir bandang itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes melalui Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Tata Ruang melakukan penanganan dengan membuat tanggul.
Namun, pada Selasa malam, tanggul dilaporkan kembali rusak akibat diterjang banjir bandang
"Ya kami sudah mendapatkan laporan, jika tanggul yang sedang dalam perbaikan malam ini rusak kembali diterjang banjir bandang. Saat ini, kami sudah berkoordinasi dengan BPBD Brebes," ujar Moh Zuhdan Fanani, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Brebes.
Warga alami ancaman berulang
Banjir bandang kedua ini menjadi hantaman berat bagi warga desa, terlebih karena Pemkab Brebes sejatinya tengah melakukan perbaikan darurat setelah banjir yang terjadi pada Januari lalu.
Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Tata Ruang (PSDA-TR) Brebes mengonfirmasi bahwa infrastruktur penanganan banjir yang tengah dibangun kembali hancur.
Menurut Pemkab, wilayah Adisana kini berada dalam kondisi rentan.
Data menunjukkan adanya pola banjir berulang di awal tahun 2026 yang mengakibatkan hilangnya aset warga secara berturut-turut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BPBD masih melakukan pendataan terkait total kerugian materil dan memastikan keselamatan warga di sepanjang bantaran Sungai Kali Keruh.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang