Top 6+ Jasad Korban Banjir Bandang Tapanuli Selatan Belum Dikebumikan, Akses Tertutup dan Cuaca Buruk

jasad, banjir bandang, Tapanuli Selatan, 6 Jasad Korban Banjir Bandang Tapanuli Selatan Belum Dikebumikan, Akses Tertutup dan Cuaca Buruk, Jasad Korban Ditaruh di Puskesmas Sejak Pagi, Kendala Pemakaman Akibat Kondisi Desa yang Terisolir, Identitas Korban dan Kondisi Terkini, Kondisi Cuaca dan Risiko Banjir Susulan, Jembatan Penghubung Putus dan Ratusan Warga Mengungsi

Enam jasad korban banjir bandang yang terjadi di Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, hingga kini masih disimpan di Puskesmas Batangtoru. 

Pihak keluarga korban belum ada yang datang untuk mengambil dan memakamkan jasad-jasad tersebut, meskipun pihak Puskesmas menegaskan bahwa jenazah harus segera dikebumikan.

Jasad Korban Ditaruh di Puskesmas Sejak Pagi

Kepala Puskesmas Batangtoru, Erlida Batubara, menjelaskan bahwa keenam jasad tersebut adalah korban yang berasal dari tiga desa yang terdampak banjir bandang, yakni Desa Garoga dan Desa Hutagodang. 

"Sampai sekarang sudah ada enam korban meninggal dunia. Korban ini dari Hutagodang dan Garoga," kata Erlida, dikutip Tribun Medan pada Rabu (26/11/2025).

Keenam jasad tersebut sudah disimpan di puskesmas sejak pukul 09.00 WIB pada hari yang sama, namun belum ada pihak keluarga yang datang.

"Jasadnya harus segera dikuburkan secepatnya, gak bisa lama-lama," terang Erlida. 

Pemakaman keenam jasad korban banjir bandang pun harus segera dilakukan untuk menghindari penyebaran penyakit, namun kondisi daerah yang masih rawan bencana membuat proses tersebut menjadi sangat sulit.

Kendala Pemakaman Akibat Kondisi Desa yang Terisolir

Menurut Erlida, pemakaman jenazah terhambat karena kondisi di desa asal korban masih rawan terjadi banjir bandang susulan. 

Beberapa desa, seperti Garoga dan Hutagodang, dikelilingi oleh sungai yang menyebabkan banjir bandang. 

"Pihak keluarga bingung. Mau ke mana dikuburkan, sementara desa mereka sampai sekarang masih rawan banjir bandang susulan," jelasnya.

Cuaca yang masih terus diguyur hujan di Batangtoru semakin memperburuk situasi.

Identitas Korban dan Kondisi Terkini

Enam korban jiwa akibat banjir bandang ini terdiri dari warga Garoga dan Hutagodang. Mereka adalah:

  1. Selvi, warga Garoga
  2. Ros Siregar, warga Garoga
  3. Tiormeli Manalu, warga Hutagodang
  4. Suami Tiormeli Manalu, warga Hutagodang
  5. Nuhafizah, warga Garoga
  6. Mister X (belum teridentifikasi), warga Garoga

Dari enam korban, satu di antaranya adalah anak kecil berusia enam tahun.

“Ada enam warga yang menjadi korban banjir. Kondisi pasien exit (meninggal dunia). Satu korban masih belum teridentifikasi,” ujar petugas Puskesmas Batangtoru.

Kondisi Cuaca dan Risiko Banjir Susulan

Hingga pagi Rabu (26/11/2025), Batangtoru masih diguyur hujan. Selain itu, kondisi Sungai Batangtoru yang masih meluap memperburuk situasi. 

Air sungai yang keruh bercampur dengan kayu-kayu terlihat mengalir deras menuju hilir, mengancam kawasan sekitar.

Sungai Batangtoru, yang mengalir mulai dari Kecamatan Marancar hingga Muara Batangtoru sebelum ke laut lepas, masih dalam kondisi meluap hingga pagi hari.

Keadaan ini meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya banjir bandang susulan di wilayah tersebut.

Jembatan Penghubung Putus dan Ratusan Warga Mengungsi

Banjir bandang juga menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur.

Jembatan penghubung antara Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah putus total, memutus akses antar desa dan kabupaten. 

Jembatan yang putus ini berada di Desa Anggoli, menghambat perjalanan dari Tapsel menuju Tapteng.

Sementara itu, ratusan warga yang terdampak banjir dievakuasi ke tempat aman di Desa Batu Hula. 

"Di sana sudah didirikan tenda darurat untuk para warga yang sedang mengungsi," kata Erlida. 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang