Desa Masih Rawan Banjir Bandang, Keluarga di Tapanuli Bingung Tentukan Tempat Pemakaman Korban

Tapanuli Selatan, tapanuli, Banjir Tapanuli, Banjir Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Desa Masih Rawan Banjir Bandang, Keluarga di Tapanuli Bingung Tentukan Tempat Pemakaman Korban

Enam jasad korban banjir bandang Batangtoru masih tersimpan di Puskesmas Batangtoru, Tapanuli Selatan, sejak Rabu (26/11/2025) pagi.

Hingga kini, tidak satu pun keluarga datang untuk mengambil jenazah, sementara pihak puskesmas menegaskan bahwa pemakaman harus segera dilakukan karena kondisi tidak memungkinkan untuk menunda lebih lama.

Kepala Puskesmas Batangtoru, Erlida Batubara, mengatakan bahwa keenam korban meninggal dunia merupakan warga dari dua desa yang terdampak banjir bandang, yakni Hutagodang dan Garoga.

“Sampai sekarang sudah ada enam korban meninggal dunia. Korban ini dari Hutagodang dan Garoga,” ujar Erlida, Rabu (26/11/2025).

Menurut Erlida, jasad para korban banjir bandang Batangtoru itu sudah tiba di puskesmas sejak pukul 09.00 WIB dan hingga Rabu siang belum juga diambil pihak keluarga.

“Sejak kemarin malam. Belum ada pihak keluarga yang datang. Jasadnya harus segera dikuburkan secepatnya, gak bisa lama-lama,” kata Erlida.

Pemakaman Tertunda karena Desa Masih Rawan Banjir

Erlida menjelaskan bahwa keluarga korban masih bingung menentukan lokasi pemakaman. Penyebabnya, desa asal para korban, termasuk Garoga, Hutagodang, dan Batu Godang  masih dalam kondisi rawan banjir bandang susulan.

“Pihak keluarga bingung. Mau ke mana dikuburkan. Sementara desa mereka sampai sekarang masih rawan banjir bandang susulan,” kata Erlida.

Kondisi cuaca di Batangtoru sejak Selasa (25/11/2025) hingga Rabu pagi juga terus diguyur hujan. Situasi ini membuat risiko banjir bandang Batangtoru semakin tinggi, sehingga pemakaman tidak dapat dilakukan di desa-desa asal.

Identitas Enam Korban Banjir Bandang Batangtoru

Pihak Puskesmas Batangtoru menyebutkan bahwa dari enam korban jiwa tersebut, sebagian besar adalah warga Garoga. Mereka adalah:

1. Selvi, warga Garoga

2. Ros Siregar, warga Garoga

3. Tiormeli Manalu, warga Hutagodang

4. Suami Tiormeli Manalu, warga Hutagodang

5. Nuhafizah, warga Garoga

6. Mister X, satu korban belum teridentifikasi

Petugas puskesmas mengatakan satu dari enam korban merupakan anak kecil berusia enam tahun.

“Ada enam warga yang menjadi korban banjir. Kondisi pasien exit (meninggal dunia). Satu belum teridentifikasi,” ujar petugas Puskesmas Batangtoru.

“Sejak tadi malam belum ada satu pihak keluarga yang datang. Satu korban masih anak kecil umur enam tahun,” tambahnya.

Risiko Banjir Bandang Susulan Meningkat

Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) menjadi salah satu wilayah yang terdampak parah banjir bandang pada akhir November 2025. Tiga desa di Kecamatan Batangtoru yakni Garoga, Hutagodang, dan Aek Ngadol mengalami kerusakan paling berat.

Sejak banjir bandang menerjang pada Selasa (25/11/2025), hujan tidak berhenti mengguyur Batangtoru hingga Rabu pagi, memperbesar kekhawatiran akan terjadinya banjir bandang susulan.

Kondisi Sungai Batangtoru sejak Selasa pagi juga terus meluap. Air sungai tampak cokelat keruh dan membawa material kayu dari hulu hingga hilir.

Sungai Batangtoru sendiri mengalir dari Kecamatan Marancar hingga Muara Batangtoru sebelum bermuara di laut lepas.

Hingga Rabu (28/11/2025) pagi, warga masih menyaksikan derasnya arus Sungai Batangtoru dari Jembatan Trikora.

Banyak warga berkumpul di sekitar jembatan pada Selasa malam untuk melihat langsung tingginya debit air yang meluap dari sungai tersebut.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Korban Banjir Bandang Batangtoru, Keluarga Bingung Tempat Menguburkan Jasad: Mau Dikuburkan ke Mana?

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang