Dampak Banjir Bandang Situbondo: Kerugian Capai Rp 15 Miliar, 7.435 Rumah Terdampak

Situbondo, banjir bandang, banjir, banjir bandang Situbondo, Dampak Banjir Bandang Situbondo: Kerugian Capai Rp 15 Miliar, 7.435 Rumah Terdampak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo mencatat kerugian materiil akibat banjir bandang Situbondo yang terjadi pada Rabu (21/1/2026) lalu diperkirakan mencapai sekitar Rp 15 miliar.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Situbondo, Timbul Surjanto menyampaikan, nilai kerugian tersebut masih bersifat sementara dan belum mencakup dampak di sektor pertanian.

"Jadi, kerusakan akibat banjir bandang cukup parah, dan sementara kami perkirakan mencapai Rp 15 miliar, ini belum termasuk dampak banjir di sektor pertanian," katanya pada Selasa (27/1/2026).

Infrastruktur Jalan dan Jembatan Rusak

Menurut Timbul, banjir bandang mengakibatkan kerusakan signifikan pada berbagai infrastruktur, mulai dari jalan dan jembatan penghubung antardesa, fasilitas umum, lembaga pendidikan, hingga rumah warga.

Luapan air sungai merusak sejumlah titik jalan, termasuk di Desa Bloro, Kecamatan Besuki. Selain itu, jembatan penghubung Desa Patemon dan Desa Wringinanom di Kecamatan Jatibanteng dilaporkan terputus.

Ia juga menyebutkan kerusakan pada tembok penahan tanah, bronjong, serta akses jalan desa yang tertimbun material longsor akibat banjir.

BPBD Situbondo hingga kini masih melakukan penanganan di lokasi terdampak, termasuk normalisasi aliran sungai di beberapa titik serta pembaruan data dampak bencana.

"Selain itu, kami juga sedang melakukan normalisasi di beberapa titik aliran sungai, Kami terus memperbarui data dampak dari bencana banjir," ujar Timbul.

Ribuan Rumah Warga Terdampak di Enam Kecamatan

Data BPBD Situbondo mencatat sebanyak 7.435 rumah warga terdampak banjir bandang. Rumah-rumah tersebut tersebar di enam kecamatan.

Wilayah terdampak paling parah akibat luapan Sungai Lubawang berada di Kecamatan Banyuglugur dengan total 1.271 rumah, terdiri dari Desa Kalianget 1.065 rumah, Desa Banyuglugur 65 rumah, Desa Lubawang 140 rumah, dan Desa Tepos satu rumah.

Sementara di Kecamatan Besuki tercatat 5.414 rumah terdampak, tersebar di Desa Pesisir 2.822 rumah, Desa Kalimas 238 rumah, Desa Demung 44 rumah, Desa Besuki 2.306 rumah, dan Desa Bloro empat rumah.

Selain itu, hujan berintensitas tinggi tersebut menyebabkan sejumlah sungai meluap dan menggenangi 113 rumah di Desa Mlandingan Wetan, Kecamatan Bungatan.

Di Kecamatan Mlandingan, banjir merendam 402 rumah, masing-masing di Desa Selomukti 305 rumah dan Desa Mlandingan Kulon 97 rumah. Selain itu, banjir juga menggenangi 227 rumah di Desa/Kecamatan Kendit serta delapan rumah di Desa Curah Suri, Kecamatan Jatibanteng.

Puluhan SD dan SMP Ikut Terdampak Banjir

Selain permukiman, banjir bandang Situbondo juga berdampak pada sektor pendidikan. Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo mencatat sebanyak 21 lembaga pendidikan SD dan SMP terdampak banjir.

Dua sekolah yang mengalami dampak paling parah adalah SDN 1 Kalianget dan SMPN 1 Banyuglugur. Kedua sekolah tersebut berada berdampingan dan mengalami kerusakan berupa ambruknya tembok pagar belakang serta masuknya lumpur dan sampah ke area sekolah.

Adapun sekolah lain yang terdampak banjir antara lain SDN 9 Kilensari, SDN 4 Sumberkolak, SDN 2 Curahkalak, SDN 1 Klatakan, SDN 2 Klatakan, Kantor Korwil Kendit, SDN 5 Kendit, SDN 1 Bugeman, SDN 1 Banyuglugur, SDN 1 Kalianget, SDN 3 Lubawang, SD Terpadu An Nadwah Lubawang, SDN 2 Kalimas, SDN 2 Pesisir, SDN 6 Pesisir, SDN 7 Pesisir, SDN 2 Blimbing, SDN 5 Olean, SMPN 1 Kapongan, dan SMPN 1 Banyuglugur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang