Banjir Bandang di Dompu NTB Rusak Rumah dan Makam, Satu Jenazah Terseret Arus

banjir bandang, Kabupaten Dompu, Banjir Bandang di Dompu NTB Rusak Rumah dan Makam, Satu Jenazah Terseret Arus

Banjir bandang melanda tiga kecamatan di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Adapun ketiga kecamatan yang terdampak banjir bandang antara lain Kecamatan Hu'u, Kilo, dan Pajo. 

Menurut Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Dompu, Yani Hartono Atmojo, peristiwa ini disebabkan hujan berintensitas sedang hingga lebat yang berlangsung selama dua jam.

Akibat hujan sejak pukul 16.00 hingga 18.00 WITA, muncul luapan air yang menyebabkan banjir di tiga kecamatan. 

Kecamatan Hu'u alami dampak terparah, satu jenazah hanyut

BPBD Dompu menjelaskan, Kecamatan Hu'u mengalami dampak yang paling parah akibat bencana ini. 

"Dampak terparah terjadi di Kecamatan Hu'u, khususnya Desa Cempi Jaya, di mana banjir merendam puluhan rumah dan merusak area pemakaman umum," jelas Yani, dikutip dari Antara, Rabu (7/1/2026). 

Setidaknya ada 51 rumah warga yang terendam banjir di Desa Cempi Jaya. Tiga di antaranya mengalami kerusakan pada tembok. 

Kemudian, ada 27 rumah di Dusun Sigi di Desa Cempi Jaya terendam.

Selain itu, banjir bandang juga merubuhkan pagar kuburan. Sehingga satu jenazah hanyut terbawa banjir. 

"Akibatnya, satu jenazah yang telah dimakamkan sekitar 25 hari lalu dilaporkan terseret banjir dan hingga Rabu malam masih diupayakan proses penguburan kembali oleh warga dan aparat setempat," tuturnya. 

Ratusan rumah di tiga kecamatan terendam 

Tak hanya Desa Cempi Jaya, wilayah lain di Kecamatan Hu'u juga mengalami kerusakan akibat banjir. 

BPBD Dompu mencatat, 31 rumah di Desa Rasabou juga terendam banjir setinggi 50 hingga 80 cm. Akibatnya, tembok di dua rumah rusak. 

Selanjutnya, banjir juga mengakibatkan lima rumah di Dusun Sandang Pangan, Desa Daha terendam. Satu unit kios jebol akibat banjir. 

Dari Kecamatan Cempi Jaya, banjir juga menerjang Kecamatan Kilo. 

100 rumah di Desa Lasi terendam akir dengan ketinggian 30-50 cm. Kemudian di Desa Kramat dan Mbuju masing-masing terdapat 50 rumah warga yang terendam banjir.

Bukan cuma rumah warga, Pondok Pesantren Al Ihwan di Desa Lepadi, Kecamatan Pajo, juga terendam banjir setinggi 30 hingga 50 cm.

Tindakan penanggulangan bencana 

Setelah terjadi banjir, BPBD Kabupaten Dompu bersama tim reaksi cepat (TRC), TNI, Polri, hingga aparat desa telah mengambil tindakan darurat terkait banjir bandang S

Asesmen dampak bencana, penyebaran informasi, dan koordinasi lintas instansi seperti dinas kesehatan, dinas pekerjaan umum, perumahan serta pertanian telah dilakukan. 

Saat ini, prioritas mereka adalah membersihkan lumpur dan sampah di fasilitas umum hingga mengupayakan penanganan kesehatan.

"Prioritas saat ini adalah pembersihan lumpur dan sampah di fasilitas umum, pemenuhan logistik, serta penanganan pascabanjir," ujar Yani. 

Terakhir, BPBD mengimbau agar masyarakat selalu waspada terhadap cuaca ekstrem. Terutama bagi mereka yang tinggal di aliran sungai atau area rawan banjir. 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang