IHSG Tembus 8.275 Ditopang Lonjakan Pesat Sektor Siklikal! Intip 4 Saham yang Perkasa

Pergerakan IHSG.
Pergerakan IHSG.

 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin perkasa pada penutupan perdagangan Senin, 3 November 2025. IHSG menguat 1,36 persen atau 111,21 poin ke level 8.275,08.

Sepanjang sesi perdagangan hari ini, indeks domestik bergerak dalam rentang area 8.201 hingga 2.282. Nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp 15,19 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,10 juta. 

Berdasarkan pantuan VIVA di Stockbit, sebagian besar kompak mencatat penguatan signifikan. Sektor siklikal memimpin kenaikan sebesar 2,18 persen kemudian sektor transportasi naik 1,93 persen, sektor infrastruktur meningkat 1,76 persen, sektor energi naik 1,36 persen, sektor bahan baku (basic materials) menguat 1,23 persen, sektor keuangan melambung 0,41 persen, sektor industri melambung 0,19 persen dan sektor kesehatan naik tipis 0.08 persen. 

Ilustrasi Investasi Online

Sebaliknya, sektor properti merosot paling parah sebesar 2,83 persen. Sektor non-siklikal melemah 0,80 persen dan sektor teknologi menyusut 0,13 persen. 

Analis Phintraco Sekuritas menyoroti adanya optimisme membaiknya perekonomian domestik dan mengantisipasi kinerja pasar modal yang cenderung membaik pada akhir tahun, mendorong penguatan indeks. Meskipun inflasi domestik di bulan Oktober 2025 merupakan level yang tertinggi sejak April 2024, namun masih dalam target Bank Indonesia di kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persen.

"Secara teknikal, terjadi penyempitan slope negative MACD dan berpotensi terjadi Golden Cross. Sementara Stochastic RSI melanjutkan kenaikan di area pivot. IHSG mampu bertahan di atas level MA5 dan MA20," jelas analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya dikutip Senin, 3 November 2025.

Lebih lanjut, CGS Internasional Sekuritas Indonesia melaporkan saham-saham yang kinclong seiring lonjakan IHSG dan lengkap sentimen yang mendorong setiap emiten.

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) 

Saham UNVR ditutup naik 3,49 persen setelah sempat naik 4,65 persen atau 90 poin dan ditutup pada level 2.670. Kenaikan ditopang kinerja keuangan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini yang secara umum sesuai dengan ekspektasi dengan membukukan laba bersih mencapai 3,3 triliun atau tumbuh 11 persen secara tahunan. 

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

Saham BBRI melonjak 1,51 persen atau 60 poin ke level 4.040. Katalis lompatan harga disokong kinerja keuangan hingga akhir kuartal III-2025 sesuai ekspektasi serta berlanjutnya aksi pembelian kembali (buyback) saham hingga Maret 2026 dan potensi pembagian dividen interim pada Januari 2026.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

Saham BBCA ikut mencatat penguatan sebesar 1,47 persen atau 125 poin menjadi 8.650. Kinerja keuangan sembilan bulan pertama tahun 2025 sesuai harapan pasar jadi pendorong dengan perolehan laba bersih sebesar Rp43.4 triliun atau naik 5,6 persen secara year on year (yoy).

PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP)

Saham LSIP meningkat 1,07 persen atau 15 poin ke posisi 1.420. Kinerja keuangan solid menjadi katalis di mana perseroan mampu mencetak laba bersih sebesar Rp1,25 triliun atau meningkat 43 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.