Reli Terhenti! IHSG Anjlok 113 Poin, Sektor Industri Babak Belur Tapi 3 Saham ini Tetap Perkasa
Pergerakan IHSG sempat menyentuh level 9.000 sementara titik tertinggi yang berhasil tercapai pada posisi 9.105. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 20,75 triliun dengan frekeunsi jual-beli sebanyak 2,47 transaksi dan volume transaksi membukukan nominal Rp 35,30 miliar.
Sektor bahan baku menjadi satu-satunya sektor saham yang berhasil mencetak kenaiakan di tengah perubahan arah IHSG. Sektor ini naik 0,36 persen.
Sebaliknya, sektor industri merosot hingga 6,78 persen. Penurunan tajam juga dialami sektor properti sebesar 3,36 persen dan sektor transportasi sebesar 2,51 persen.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Dari sisi teknikal, Tim Analis Phintraco Sekuritas melihat IHSG breaklow support MA5. Kondisi ini disertai dengan penyempitan histogram MACD di area positif dan stochastic RSI yang bergerak turun dari area overbought.
"Oleh karena itu, kami memperkirakan IHSG akan bergerak dalam kisaran 9.000-9.050 pada sesi kedua perdagangan hari ini," demikian prediksi Tim Analis Phintraco Sekuritas dikutip dari riset hariannya pada Rabu, 21 Januari 2026.
Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas melaporkan emiten saham sukses menahan badai koreksi. Berikut tiga saham dengan lonjakan tertinggi di jajaran 45 saham unggulan alias LQ45.
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
Emiten konglomerasi milik keluagra Widjaja selaku pendiri Sinar Mas Group memimpin kenaikan di jajaran top gainers. Saham DSSA melesat 6,00 persen atau 6.125 poin menjadi 108.125.
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
Saham MDKA menguat 3,74 persen atau 120 poin ke level 3.330.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
Saham ANTM menyusul kenaikan sebesar 3,40 persen atau 140 poin hingga menembus area 4.260.