Update Longsor Banjarnegara: 3 Meninggal, 25 Warga Masih Hilang, 934 Mengungsi

Banjarnegara, longsor banjarnegara, korban longsor banjarnegara, update longsor Banjarnegara, update longsor di banjarnegara, korban jiwa longsor banjarnegara, Update Longsor Banjarnegara: 3 Meninggal, 25 Warga Masih Hilang, 934 Mengungsi, 934 warga mengungsi di lima titik, 182 rumah rusak dan infrastruktur desa terdampak, Kebutuhan mendesak, 521 personel gabungan diturunkan

 Upaya pencarian korban longsor di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, kembali membuahkan hasil.

Tim gabungan menemukan satu jenazah tambahan pada Rabu (19/11/2025) sekitar pukul 14.20 WIB.

Dengan temuan tersebut, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi tiga orang, sementara 25 warga lainnya masih dinyatakan hilang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menegaskan bahwa operasi pencarian masih terus dimaksimalkan di tengah kondisi medan yang menantang.

“Tim pencarian dan pertolongan berupaya melakukan operasi secepat mungkin untuk menemukan para korban yang belum terdata,” ujarnya dalam keterangan resminya, Kamis (20/11/2025).

934 warga mengungsi di lima titik

Sebanyak 934 warga atau 335 kepala keluarga terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi.

Data posko penanganan darurat BNPB mencatat, pengungsian tersebar di lima lokasi, yakni:

  1. Kantor Kecamatan Pandanarum
  2. GOR Desa Beji
  3. Gedung Haji Desa Pringamba
  4. Gedung Muhammadiyah
  5. Rumah keluarga atau kerabat terdekat

182 rumah rusak dan infrastruktur desa terdampak

Banjarnegara, longsor banjarnegara, korban longsor banjarnegara, update longsor Banjarnegara, update longsor di banjarnegara, korban jiwa longsor banjarnegara, Update Longsor Banjarnegara: 3 Meninggal, 25 Warga Masih Hilang, 934 Mengungsi, 934 warga mengungsi di lima titik, 182 rumah rusak dan infrastruktur desa terdampak, Kebutuhan mendesak, 521 personel gabungan diturunkan

Pencarian korban longsor di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, mulai gunakan alat berat pada Rabu (19/11/2025).

Hasil kaji cepat mencatat sedikitnya 182 unit rumah mengalami kerusakan.

Rinciannya:

  • 128 rumah rusak ringan
  • 54 rumah rusak berat

Kerusakan juga terjadi pada berbagai infrastruktur desa, seperti:

  • Jalan sepanjang kurang lebih 800 meter
  • Jaringan listrik
  • Saluran irigasi hingga 670 meter
  • Satu bendung irigasi
  • Infrastruktur perpipaan

Di sektor ekonomi, warga juga mengalami kehilangan hewan ternak dan sarana mata pencaharian, yakni lima ekor sapi, 125 ekor kambing, 14 warung, serta lahan pertanian yang terdampak material longsor.

Pada sektor sosial, satu masjid dilaporkan rusak berat dan dua mushala dalam kondisi rusak ringan atau terancam.

Kebutuhan mendesak

Kebutuhan dasar pengungsi masih menjadi fokus BNPB dan pemerintah daerah.

Menurut data posko, kebutuhan mendesak meliputi:

  • Popok bayi
  • Perlengkapan mandi
  • Pakaian
  • Susu dan makanan anak
  • Hygiene kit
  • Alas tidur
  • Antiseptik
  • Alat pelindung diri (sarung tangan, sepatu boot, dan kacamata keselamatan)
  • Layanan pendampingan psikososial

“Kami segera memfasilitasi pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas sesuai arahan Kepala BNPB saat meninjau lokasi,” katanya lagi.

521 personel gabungan diturunkan

Banjarnegara, longsor banjarnegara, korban longsor banjarnegara, update longsor Banjarnegara, update longsor di banjarnegara, korban jiwa longsor banjarnegara, Update Longsor Banjarnegara: 3 Meninggal, 25 Warga Masih Hilang, 934 Mengungsi, 934 warga mengungsi di lima titik, 182 rumah rusak dan infrastruktur desa terdampak, Kebutuhan mendesak, 521 personel gabungan diturunkan

Operasi pencarian korban longsor di Dukuh Situkung, Desa Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (18/11/2025).

Sebanyak 521 personel dari lintas lembaga terlibat dalam proses penanganan darurat, mulai dari BNPB, BPBD, TNI–Polri, tenaga medis, PMI, relawan, hingga potensi SAR dari berbagai daerah seperti Kebumen, Wonosobo, Jepara, Klaten, Pekalongan, dan wilayah penyangga lainnya.

Selain operasi pencarian korban, berbagai tugas penanganan lain terus berjalan, antara lain:

  • Monitoring kondisi geologi
  • Pendampingan posko
  • Layanan psikososial dan medis
  • Pengaturan dapur umum dan logistik
  • Penanganan pemakaman korban
  • Rapat evaluasi harian

Operasi gabungan direncanakan berlanjut pada Kamis (20/11/2025), dengan fokus patroli kondisi geologi, pelayanan pengungsi, pencarian korban, serta distribusi logistik.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.