Operasi SAR Longsor Banjarnegara Diperpanjang, 16 Korban Belum Ditemukan

Evakuasi longsor Banjarnegara, Jateng.
Evakuasi longsor Banjarnegara, Jateng.

 Kepala Kantor Basarnas Semarang selaku SMC cluster SAR longsor Banjarnegara, Budiono menyatakan, operasi SAR longsor Banjarnegara diperpanjang selama 3 hari. Perpanjangan ini dilakukan karena masih ada 16 korban yang belum ditemukan.

Longsor di Desa Pandanarum, Banjarnegara, terjadi pada hari Minggu, 16 November 2025. Sesuai SOP, operasi SAR telah berlangsung selama 7 hari per Sabtu 22 November 2025. Maka diputuskan, operasi diperpanjang 3 hari mengingat masih ada potensi korban dapat ditemukan kembali.

"Hari ini adalah hari ke delapan, dan masih ada 16 korban lagi yang harus kami cari ditengah ketidakpastian cuaca dan juga medan longsor yang luas dan masih labil," kata Budiono, Minggu 23 November 2025.

Pencarian korban longsor Banjarnegara

Pada Minggu pagi, tim gabungan bergerak dengan mengirim tim K9 dan operator drone untuk melakukan assesment. Ini untuk memastikan keadaan aman untuk tim SAR gabungan bekerja dan agar pendeteksian K9 berjalan maksimal.

Sejauh ini, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 12 orang dalam keadaan meninggal dan masih ada 16 lagi yang harus dicari.

"Untuk dihari ke delapan ini ada 24 excavator yang kami terjunkan dengan penambahan excavator PC 200 yang lebih besar dan memiliki daya keruk yang lebih kuat dan dalam sehingga diharapkan hari ini bisa lebih banyak lagi korban bisa ditemukan," jelasnya.

Daftar korban meninggal dunia:

1. Lewih (P/40 th)

2. Darti (P) 

3. Tuwi (P/50 th)

4. Esiah (P/23 th) 

5. Maruni (P/52 th)

6. Karti (P/64 th) 

7. Lipah (P/45 th) 

8. Warjono Lamar (L/65 th) 

9. Susanti (P/26 th) 

10. Jonathan Prayoga (L/7 th)

11. Aminah (P/90) 

12. Saminem (P/59) 

13. + 3 Bodypart

Dalam Pencarian :

1. Kaswanto

2. Wanto

3. Kasno

4. Dangseng

5. Faiz

6. Suwi

7. Watri

8. Marsiah

9. Soliah

10. Sugiono

11. Tunem

12. Raya

13. Mistri

14. Intan

15. Sartini

16. Tarni Suparyo

Hingga kini ratusan warga termasuk anak-anak masih tinggal di hunian sementara.

tvOne Semarang/Teguh Joko Sutrisno